Berangkat Nonprosedural, PMI Asal Sukabumi Koma di Arab Saudi, Pemkot Lakukan Pendampingan

Date:

Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi mulai mengambil langkah penanganan terhadap kasus Evi Mentari (37), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi yang saat ini menjalani perawatan dalam kondisi koma di sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi akibat tumor otak. Sebelumnya, keluarga mengungkapkan Evi diduga berangkat ke Arab Saudi melalui jalur nonprosedural dan sempat bekerja sebagai pekerja lepasan setelah meninggalkan majikannya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Sukabumi telah mendatangi keluarga korban untuk menghimpun berbagai dokumen dan informasi yang diperlukan sebagai bahan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, mengatakan pihaknya bergerak cepat agar penanganan terhadap Evi dapat segera dilakukan melalui jalur diplomatik dan kelembagaan.

“Secepat mungkin kita berkunjung ke keluarga untuk mendapatkan data yang lengkap. Kemudian kami tentunya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik itu Kementerian, KBRI, KJRI yang ada di Arab Saudi ya, sehingga mudah-mudahan bisa segera ditangani,” ujar Punjul.

Menurutnya, proses pemulangan korban tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Selain status keberangkatan Evi yang tidak melalui perusahaan penempatan resmi, kondisi kesehatannya yang masih menjalani perawatan intensif juga menjadi faktor yang harus dipertimbangkan.

Berangkat Nonprosedural, PMI Asal Sukabumi Koma di Arab Saudi, Pemkot Lakukan Pendampingan (Foto: Azi)

“Pertama kendalanya karena berangkatnya tidak melalui suatu perusahaan ya, tentu kami harus bekerja keras untuk mencari agensi pemberangkatannya, pertama itu. Yang keduanya, kendalanya karena secara fisik sedang menjalani pengobatan ya. Nah, ini tentu harus mendapatkan izin dari rumah sakit setempat ya di Arab Saudi di sana, sehingga mungkin perlu waktu untuk pemulangan seperti apa yang diharapkan oleh keluarga,” tuturnya.

Punjul menjelaskan, hingga kini seluruh biaya pengobatan Evi masih menjadi tanggung jawab otoritas di Arab Saudi. Sementara itu, Disnaker terus membangun komunikasi dengan kementerian terkait, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk mengupayakan proses pemulangan sesuai prosedur yang berlaku.

Ia berharap kasus yang dialami Evi menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak tergiur bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal. Menurutnya, calon pekerja migran harus memastikan seluruh persyaratan administrasi, kompetensi kerja, hingga dokumen keimigrasian dipenuhi sebelum berangkat.

“Ini adalah PR kita bersama, termasuk juga peran dari media ya, agar bekerja ke luar negeri itu harus sesuai tahapan-tahapannya, yaitu apa, pemenuhan skill kerjanya, kemudian skill bahasanya, kemudian semua administrasinya lengkap ya, visanya adalah visa kerja, gitu ya, dan tentunya melalui semua prosedur yang berlaku secara undang-undang di negara kita maupun negara yang akan dituju,” jelasnya.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Puluhan Penarik Becak di Kota Sukabumi Terima Bantuan Becak Listrik, Lebih Hemat Tenaga

Bisnisnews.net – Bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia...

Perdana di Kota Sukabumi, 40 Becak Listrik Bantuan Presiden Disalurkan kepada Pengayuh

Bisnisnews.net – Sebanyak 40 unit becak listrik bantuan Presiden...

Heigel Yusuf Pimpin Hanura Karawang 2025-2030, Fokus Konsolidasi hingga Akar Rumput Menuju Pemilu 2029

Bisnisnews.net - Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hanura Kabupaten Karawang...

Syukuran Nelayan Sangrawayang Jadi Ajang Promosi Wisata Bahari, 410 Pemancing dari Berbagai Daerah Turut Meriahkan

Bisnisnews.net - Pantai Sangrawayang, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten...