Spiritualitas Muharam 1448 H dan Etika Kebangsaan Menjaga Kehormatan Pemimpin

Date:

(Seruan Majelis Pencerahan “PPJNA98, Rumah Literasi Merah Putih, Sinergi Media Merah Putih dan Majelis Sholawat Cahaya Nusantara” : Muharam 1448 H Bersholawat untuk Menjaga Kehormatan Presiden Prabowo dan Kemajuan Negeri)

Oleh : Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98) dan Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98/Presidium MD KAHMI Sukabumi/Penasehat PWI dan SMSI Sukabumi)

Bisnisnews.net || Memasuki hari kelima Seruan Muharam 1448 H Bersholawat untuk Menjaga Kehormatan dan Indonesia Maju, atmosfer spiritual umat Islam di Indonesia sejatinya membawa pesan transformasi batin yang mendalam. Dalam perspektif filsafat etika dan spiritualitas Nusantara, momentum tahun baru hijriah bukan sekadar pergantian kalender. Ini adalah momen hijrah—sebuah perpindahan kolektif dari kegelapan moral menuju cahaya peradaban yang beradab.

Seruan “Muharam Bersholawat” pada hari kelima ini membawa pesan untuk stabilitas batin bangsa: Jaga Kehormatan Presiden Prabowo sebagai Pemimpin Rakyat Indonesia. Di tengah arus digital yang rapuh, menghentikan caci maki, fitnah, dan amarah angkara murka adalah sebuah panggilan mendesak untuk menyelamatkan jiwa bangsa.

Secara filosofis, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bukanlah sebuah kebetulan historis. Beliau adalah pemimpin yang lahir dari rahim dinamika sejarah panjang yang dialektis. Dalam kacamata filsafat politik, seorang pemimpin yang ditempa oleh badai zaman memikul apa yang disebut sebagai historical mission (misi sejarah)—yaitu menuntaskan agenda dan amanah reformasi yang belum selesai.

Spiritualitas kepemimpinan sejati selalu berakar pada kepekaan sosial (social sensitivity). Presiden Prabowo menunjukkan watak kepemimpinan yang berpihak pada wong cilik, mengayomi setiap jengkal perbedaan, dan merajut kembali kain kebangsaan yang sempat koyak. Dalam tradisi spiritual Jawa, ini adalah perwujudan dari asas Berbudi Bawaleksana, Gemi Nastiti—pemimpin yang berjiwa besar, mengayomi, dan bertekad bulat membela rakyatnya.

Mengusir Angkara Murka, Menebar Energi Positif

Secara epistemologi spiritual, kata-kata adalah doa, dan energi yang dilepaskan ke ruang publik akan membentuk realitas bangsa. Fitnah, caci maki, dan narasi kebencian adalah manifestasi dari angkara murka—hawa nafsu destruktif yang merusak tatanan kosmos bernegara.

Ketika kita mengotori ruang publik dengan makian terhadap simbol negara, kita sedang memperlemah fondasi spiritual bangsa kita sendiri. Sebaliknya, bersholawat dan menebar energi positif adalah upaya melakukan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) secara nasional. Mengganti amarah dengan doa adalah modal metafisika terkuat untuk mengawal jalannya pemerintahan.

Ketegasan Melawan Oligarki Hitam Demi Indonesia Maju

Sifat utama yang dibutuhkan Indonesia hari ini adalah ketegasan moral (moral courage). Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, komitmen mendasar yang terus dikawal adalah pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu dan penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) dari cengkeraman oligarki hitam.Secara filosofis, kedaulatan SDA adalah manifesto dari keadilan distributif.

Menyelamatkan kekayaan alam dari tangan penjarah adalah tindakan spiritual tertinggi, karena mengembalikan hak Tuhan yang dititipkan bumi untuk kemakmuran rakyat banyak, bukan untuk segelintir elite yang serakah.

Mengetuk Pintu Langit: Doa dan Dukungan Kolektif

Tata kelola negeri ini menuju Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur tidak bisa dibebankan di pundak satu orang saja. Ketegasan, kepekaan, dan tanggung jawab Presiden Prabowo membutuhkan resonansi balik dari rakyat berupa kepercayaan, kritik yang membangun, dan untaian doa.

Di hari-hari sakral Muharam 1448 H ini, mari kita ketuk pintu langit. Kita satukan barisan spiritual untuk mendukung penuntasan program-program strategis pemerintah. Menjaga kehormatan pemimpin/Presiden Prabowo adalah cara kita menjaga kehormatan bangsa negara kita sendiri di hadapan sejarah dunia.***

Editor : M.Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Melemah, Turun Rp32 Ribu per Gram pada Perdagangan 20 Juni 2026

Bisnisnews.net - Harga Emas Antam Melemah, Turun Rp32 Ribu...

Wisatawan Asal Bogor Ditemukan Meninggal di Pantai Pangumbahan, Anak Korban Masih Dicari Tim SAR

Bisnisnews.net – Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu dari...

Listrik Padam Sejumlah Wilayah Sukabumi Sabtu ini, PLN ULP Cibadak Kebut Perawatan Jaringan

Bisnisnews.net – Warga di sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi perlu...

Kemen PU Siapkan 10 Ruas Tol Baru, Ditarget Buka Fungsional Saat Nataru 2026

Wartain.com – Kementerian Pekerjaan Umum PU menyiapkan sekitar 10...