Refleksi Idul Adha, SMSI Sukabumi Raya: Menjaga ‘Gizi Informasi’ Publik Lewat Semangat Pengorbanan Pers

Date:

Bisnisnews.net – Esensi Hari Raya Idul Adha dinilai memiliki kedekatan filosofis yang sangat erat dengan ruh perjuangan dunia jurnalistik. Momentum ini menjadi alarm pengingat bagi seluruh insan pers untuk kembali meneguhkan idealisme, keikhlasan, dan keberpihakan pada kebenaran di tengah belantara informasi digital.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya, Eman Sulaeman, menegaskan bahwa ritual penyembelihan hewan kurban harus dimaknai secara mendalam dan kontekstual oleh para pemilik media serta jurnalis saat ini.

Menurutnya, tantangan terbesar media siber hari ini adalah terjebak dalam pusaran arus informasi yang acap kali mengabaikan prinsip dasar verifikasi.

“Kurban itu simbol memotong sifat kebinatangan dan ego. Di dunia pers hari ini, yang paling keras harus kita ‘sembelih’ adalah syahwat mengejar views dan kecepatan yang mengorbankan ketepatan. Kita harus berani menyembelih kepentingan pragmatis demi merawat integritas,” ujar pria yang karib disapa Kang Sule.

Pria yang kini tengah menempuh studi Pascasarjana Magister Ilmu Administrasi di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) ini melihat, ada korelasi kuat antara tata kelola informasi (administrasi publik) dengan kemaslahatan masyarakat.
Kang Sule menganalogikan hasil kurban dengan produk jurnalistik yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

“Jika daging kurban didistribusikan untuk memberi gizi fisik dan kebahagiaan bagi warga, maka berita yang diproduksi media harus menjadi ‘gizi informasi’ yang mencerdaskan nalar publik. Menghasilkan berita yang sehat, akurat, dan berimbang itu butuh pengorbanan waktu, tenaga, dan idealisme di lapangan,” urai CEO PT Media Jurnal Sukabumi tersebut.

Lebih lanjut, Kang Sule mengingatkan bahwa tanpa adanya semangat keikhlasan berkorban, ruang redaksi akan sangat rentan disusupi oleh kepentingan sepihak, sensasionalisme, hingga penyebaran hoaks yang merusak tatanan sosial. Independensi media, tegas dia, tidak dibeli dengan kemudahan, melainkan dirawat dengan komitmen.

“Informasi adalah konsumsi publik. Jika kita menyajikan berita yang bias, tidak valid, atau sekadar clickbait yang menyesatkan, sama saja kita memberi ‘racun’ bagi nalar masyarakat. Idul Adha ini adalah momen bagi kita semua, khususnya di lingkungan SMSI Sukabumi Raya, untuk menyajikan jurnalisme yang bersih dan berdampak nyata,” jelasnya.

Kang Sule mengajak seluruh elemen pers di Sukabumi Raya untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai momentum gotong-royong dalam menjaga ruang digital yang kondusif, edukatif, dan bermartabat.

“Selamat Hari Raya Idul Adha. Mari kita kurbankan ego kelompok dan kepentingan pribadi, untuk bersama-sama melahirkan karya jurnalistik yang mencerahkan, mengedukasi, dan ikut serta membangun daerah,” pungkas Kang Sule.***

Editor : M. Nabil

(SRM)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Wisata Jangan Hanya Jadi Seremoni, Sukabumi Butuh Keseriusan Nyata

Oleh: Dede Heri/ Sekretaris Jenderal Rumah Literasi Merah PutihBisnisnews.net...

KPID Jawa Barat Buka Pendaftaran Anugerah Penyiaran ke-19, Fokus pada “Penyiaran Lestari”

Bisnisnews.net – Panggung apresiasi bagi insan penyiaran Jawa Barat...

Menjemput Daulat Bumi Pertiwi: Saatnya Danantara Memutus Rantai Oligarki

Oleh : Aam Abdul Salam/ Aktivis 98, Sekjen PPJNA...

Memaknai Idul Adha dengan Semangat Kurban Melalui Informasi yang Sehat

Oleh : Nuruddin Zain (Kang Anom)/ Ketua PWI Kabupaten...