Bisnisnews.net – Sekitar 1.000 pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dari Sukabumi Raya bergerak ke Jakarta untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/5/2026).
Massa yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Parekraf Sukabumi Raya itu diberangkatkan sejak pagi dari sejumlah titik di Sukabumi. Mereka menggunakan puluhan bus dan kendaraan pribadi.
Setibanya di Jakarta, ribuan pekerja parekraf itu bergabung dengan elemen buruh lain dari berbagai daerah. Titik kumpul utama aksi dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas).
Ketua SPSI Parekraf Sukabumi Raya, M. Rifki Nisailhidayat, menyebut keikutsertaan pihaknya di May Day sebagai upaya menyuarakan aspirasi pekerja parekraf yang masih menghadapi banyak tantangan.
“Sekitar 1.000 anggota kami berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan, kepastian kerja, dan perlindungan bagi pekerja parekraf,” tegas Rifki.
Ia menilai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sangat rentan terhadap gejolak ekonomi. Karena itu, butuh perhatian khusus dalam kebijakan ketenagakerjaan agar pekerja tidak jadi korban pertama saat krisis.
Dalam aksi May Day ini, SPSI Parekraf Sukabumi Raya membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya evaluasi UU Cipta Kerja, terutama klaster ketenagakerjaan yang berdampak pada sistem pengupahan dan pesangon.
Selain itu, mereka juga mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja parekraf dan penguatan perlindungan pekerja lepas. Termasuk pengemudi ojol dan taksi online yang erat kaitannya dengan ekosistem ekonomi kreatif.
Rifki memastikan aksi berjalan damai. Seluruh peserta sudah diinstruksikan jaga ketertiban selama perjalanan maupun saat orasi di Jakarta. “Kami pastikan aksi berjalan damai, tertib, dan sesuai aturan,” katanya.
Hingga Jumat siang, rombongan dilaporkan telah memasuki perbatasan Jakarta dan bersiap bergabung dengan ribuan buruh lain di Monas untuk menyampaikan aspirasi secara kolektif.***
Editor : M. Nabil
(DH)