Bisnisnews.net – Hari Buruh Internasional 2026 jadi momentum refleksi bagi serikat pekerja di Sukabumi. Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Sukabumi, Abdul Aziz Pristiadi, menyerukan keadilan hukum dan perlindungan buruh di tengah gempuran industri digital.
Dalam pernyataan sikapnya, Abdul Aziz menegaskan 1 Mei bukan sekadar seremonial. “Ini pengingat atas kontribusi besar kaum buruh dalam menggerakkan roda perekonomian, khususnya di wilayah industri strategis seperti Sukabumi,” ujarnya.
Ia menyebut buruh sebagai mitra strategis pembangunan. Karena itu, kesejahteraan buruh harus jadi prioritas dan bagian dari investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri, bukan sekadar beban biaya.
Abdul Aziz menyoroti implementasi regulasi ketenagakerjaan yang masih bermasalah di lapangan. Penegakan hukum, kata dia, harus konsisten tanpa memberi ruang bagi pelanggaran hak normatif pekerja.
Selain penegakan hukum, GARTEKS KSBSI mendorong penyesuaian standar upah dan penguatan jaminan sosial. Kebijakan itu harus relevan dengan kondisi ekonomi, inflasi, dan lonjakan biaya hidup yang dirasakan buruh.
Soal hubungan industrial, ia menekankan pentingnya dialog bipartit yang sehat. Setiap perselisihan antara pekerja dan pengusaha idealnya selesai lewat musyawarah dengan tetap menjunjung kepastian hukum.
Tantangan baru datang dari digitalisasi. Sektor garment, tekstil, dan kulit (garteks) mulai beralih ke otomasi. Transformasi ini wajib diimbangi program peningkatan kompetensi pekerja.
“Buruh tidak boleh tertinggal. Perlu ada komitmen bersama untuk menghadirkan program upskilling agar mereka tetap memiliki daya saing di tengah perubahan industri,” tegas Abdul Aziz.
Ia mengajak seluruh pekerja menjadikan May Day 2026 momentum mempererat solidaritas. Tujuannya memperkuat posisi buruh sebagai elemen penting dalam pembangunan nasional, bukan sekadar objek kebijakan.
“Buruh Sukabumi harus menjadi buruh yang cerdas hukum, bermartabat, dan bersatu,” katanya. DPC FSB GARTEKS KSBSI, lanjutnya, akan terus kawal kebijakan ketenagakerjaan agar berpihak pada keadilan.
Menutup pernyataannya, ia menggaungkan tagline: “Buruh Sejahtera, Industri Jaya, Indonesia Maju” sebagai komitmen perjuangan GARTEKS KSBSI di May Day tahun ini.***
Editor : M. Nabil
(DH)