Program 12 PAS Kembali Digulirkan, Pemkot Sukabumi Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

Date:

Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi kembali menyalurkan bantuan melalui program Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah (12 PAS) sebagai bagian dari strategi percepatan penanganan kemiskinan ekstrem. Kali ini, kegiatan berlangsung di Kelurahan Gunungparang dan Tipar, Rabu (29/4/2026).

Penyaluran bantuan dipimpin oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bersama Wakil Wali Kota, Bobby Maulana. Keduanya turun langsung memastikan bantuan diterima oleh warga yang tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki menjelaskan bahwa program 12 PAS dirancang sebagai instrumen utama pemerintah daerah dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi warga.

“Melalui program ini, pemerintah memberikan bantuan berupa dana tunai, paket sembako, serta dukungan peralatan usaha bagi pelaku usaha kecil seperti kompor gas dan peralatan memasak, guna mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan program menjadi kunci agar dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat sementara, melainkan mampu memberikan perubahan jangka panjang.

“Kami berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga penanganan kemiskinan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan,” lanjutnya.

Program ini turut melibatkan berbagai pihak, seperti Bank BJB, BRI, BAZNAS, Pegadaian, dan BSI. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan bantuan dan mempercepat pengentasan kemiskinan di Kota Sukabumi.

Sejumlah warga di Kelurahan Tipar, di antaranya Sahlir, Rodiah, Kurniati, Nenda Jipeng, dan Euis Tina, menerima bantuan. Sementara di Kelurahan Gunungparang, bantuan diberikan kepada Inah Karlina, Ety Haryati, Nenen Suraenda, Cecep Suparlan, dan Lilis Suryani.

Tak sekadar menyalurkan bantuan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Wali kota dan wakil wali kota berdialog dengan warga guna mengetahui kondisi serta kebutuhan di lapangan.

Menurut Ayep, pendekatan kolaboratif menjadi elemen penting dalam upaya penanganan kemiskinan.

“Pendekatan kolaboratif yang diusung dalam program 12 PAS menunjukkan bahwa penanggulangan kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Melalui penggabungan bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kota Sukabumi berharap program ini mampu mendorong kemandirian masyarakat dan memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dari Maggot hingga RDF, Warudoyong Jadi Fokus Pengembangan Pengelolaan Sampah di Sukabumi

Bisnisnews.net || Upaya pembenahan sistem pengelolaan sampah di Kota...

BKPSDM Sukabumi Gelar Webinar Literasi Digital, ASN Didorong Bijak Gunakan Media Sosial 

Bisnisnews.net || Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia...

Kadis PU Sukabumi Paparkan Skema Perbaikan Jalan Rusak di Sukatani, Warga Minta Realisasi Segera

Bisnisnews.net || Pertemuan antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa...

Instalasi Harus Standar, PLN Sukabumi Ajak Masyarakat Cegah Bahaya Listrik

Bisnisnews.net || PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi...