Bisnisnews.net || Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Sukabumi kembali menggelar bakti sosial dengan menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim piatu di Aula Kelurahan Baros, Jumat (27/2) pagi. Kegiatan rutin ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian para pekerja sosial di tingkat kota.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi Asep Suhendrawan, Camat Baros Angga Sugia Wijaya, para lurah, serta seluruh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) se-Kota Sukabumi.
Ketua IPSM Kota Sukabumi, Ujang Fahrudin, menjelaskan bahwa bakti sosial tersebut merupakan agenda bulanan yang konsisten dilaksanakan. Dana bantuan yang dihimpun berasal dari kontribusi PSM se-Kota Sukabumi dengan total Rp3,95 juta untuk disalurkan kepada 20 anak yatim piatu.
“Bakti sosial IPSM kami gelar setiap satu bulan sekali. Ini merupakan urusan PSM se-kota dengan total Rp3,95 juta yang akan kita salurkan kepada 20 orang yatim piatu,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan sosial dalam menekan angka kemiskinan. Ia menuturkan bahwa kemiskinan memiliki banyak dimensi, sehingga penanganannya tidak cukup hanya melalui aspek ekonomi semata.
Sementara itu, Camat Baros Angga Sugia Wijaya mengapresiasi dedikasi para PSM yang terus bergerak membantu masyarakat. Ia menilai momentum pelaksanaan di hari Jumat turut memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Dalam arahannya, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menekankan pentingnya integrasi program sosial agar tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas.
“Jangan sampai kegiatan sosial terpisah-pisah, sehingga masalah sosial tidak selesai. Artinya, penanganan dan penyelesaian masalah sosial belum memenuhi ketentuan yang sebenar-benarnya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa diperlukan formulasi yang tepat agar berbagai persoalan sosial dapat benar-benar ditekan secara berkelanjutan. Pemerintah Kota Sukabumi, lanjutnya, tengah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu solusi, termasuk melalui pembentukan program wakaf produktif.
Keuntungan dari pengelolaan wakaf tersebut akan dimanfaatkan untuk Qordhul Hasan sebagai instrumen sosial. Wali kota juga menekankan pentingnya kekompakan semua pihak karena penyelesaian persoalan sosial memerlukan dukungan pembiayaan dari sumber sosial.
Menurutnya, anggaran sosial difokuskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan program beasiswa, sedangkan pembangunan infrastruktur tetap menggunakan anggaran dari APBD. Dengan sinergi tersebut, diharapkan penanganan masalah sosial di Kota Sukabumi dapat berjalan lebih efektif dan terukur.***(RAF)
Editor : M. Nabil