Bisnisnews.net || Awal Ramadan 1447 Hijriah membawa suasana baru di Jalan Kapten Harun Kabir, Kota Sukabumi. Deretan tenda biru berdiri memanjang di sisi jalan, menaungi ratusan lapak yang mulai tertata. Beberapa pedagang bahkan telah lebih dulu menggelar dagangan mereka, menciptakan denyut aktivitas yang berbeda dari hari-hari biasanya.
Jalur yang selama ini dikenal sebagai akses strategis menuju Pasar Pelita itu kini beralih fungsi menjadi pusat perbelanjaan musiman. Kembalinya Pasar Marema menjadi penanda hidupnya kembali tradisi Ramadan yang sempat terhenti sekitar satu dekade.
Zainal (51), pedagang busana muslim yang mengaku telah berjualan di Pasar Marema sejak 1998, menyambut momen ini dengan penuh antusias. Ia mengenang masa-masa ketika pasar tersebut menjadi salah satu pusat keramaian terbesar selama bulan puasa.
“Sudah 10 tahun tidak ada, seingat saya terakhir itu 2015. Alhamdulillah sekarang diadakan lagi. Saya sudah jualan di Marema ini dari tahun 98, dulu sempat di Pasar Pelita dan Tanah Abang juga,” katanya, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, Pasar Marema memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menghimpun pedagang dan pembeli dalam satu kawasan terpusat. Kondisi itu membuat perputaran ekonomi terasa lebih hidup dibanding hari biasa.
“Semenjak ada Pasar Marema dulu, Sukabumi ini ramai. Pasar di sini ramai. Sukabumi ini paling terkenal lah, orang Jampang sampai Cianjur ke sini, ada langganan saya dulu yang belanja orang Cianjur,” tuturnya.
Ia menambahkan, lonjakan pengunjung biasanya berdampak langsung pada peningkatan pendapatan pedagang.
“Bedanya dari pasar biasa, Pasar Marema ini lebih ramai karena semua terpusat di sini, pendapatan juga lebih bagus, lebih besar bisa meningkat pendapatan 50 persen lebih,” lanjutnya.
Berdasarkan informasi yang ia peroleh, sekitar 600 lapak telah terdaftar untuk meramaikan Pasar Marema tahun ini. Sejumlah pedagang masih menyiapkan lapaknya, sementara operasional penuh direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.
Aktivitas pasar akan dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. Zainal memperkirakan kepadatan pengunjung akan mencapai puncaknya pada 10 hari terakhir Ramadan, ketika masyarakat mulai berburu kebutuhan menjelang Idulfitri.
“Biasanya mulai puncaknya itu 10 hari sebelum lebaran. Kalau soal iuran, kita ke pengelolanya sendiri. Tapi untuk nominalnya kami belum tahu, biasanya nanti diminta saat malam hari, sudah termasuk biaya ronda atau keamanan,” ungkapnya.
Ia berharap Pasar Marema tidak lagi sekadar menjadi agenda sesaat, melainkan bisa kembali menjadi tradisi tahunan yang konsisten digelar setiap Ramadan.
“Mudah-mudahan ke depannya ada terus setiap tahun, jangan sampai hilang lagi seperti 10 tahun kemarin,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil