Bisnisnews.net || Meski belum ditemukan kasus virus Nipah di, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memilih untuk memperkuat langkah pencegahan sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap penyakit menular.
Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, menegaskan bahwa upaya pencegahan menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan masyarakat dari berbagai ancaman penyakit, termasuk virus Nipah dan jenis infeksi lainnya.
“Intinya adalah bagaimana masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Itu yang terus kami dorong melalui edukasi,” kata Ida Halimah, Selasa (3/2/2026).
Ia menyampaikan bahwa meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus virus Nipah, pemerintah daerah tidak ingin menunggu hingga terjadi penularan. Oleh karena itu, langkah antisipatif terus dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan.
Dinkes Kota Sukabumi juga menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk tetap memantau kondisi kesehatan warga serta aktif memberikan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit menular. Kebersihan lingkungan, pola makan bergizi, dan kebugaran tubuh disebut sebagai faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
Ida mengingatkan masyarakat agar membiasakan mencuci tangan, memastikan buah dan makanan dibersihkan sebelum dikonsumsi, serta rutin berolahraga. Hal tersebut dinilai penting mengingat virus Nipah dapat menular melalui makanan yang terkontaminasi, termasuk buah yang terpapar hewan pembawa virus.
Sebagai penyakit zoonosis, virus Nipah dapat berpindah dari hewan ke manusia dan berpotensi menimbulkan gejala serius, mulai dari gangguan pernapasan hingga peradangan otak.
Dengan langkah preventif tersebut, Dinkes Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa kepanikan, serta konsisten menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.***(RAF)
Editor : M. Nabil