Bisnisnews.net || Ratusan buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kabupaten Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Yongstar, Senin (2/2/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dinilai sepihak dan tidak berpihak pada nasib pekerja.
Aksi dimulai sejak pagi hari dengan menyuarakan tuntutan agar manajemen perusahaan menghentikan rencana PHK serta memberikan kepastian kerja bagi para buruh kontrak.
Masa aksi juga mendesak perusahaan untuk mengangkat karyawan kontrak menjadi karyawan tetap, terutama bagi mereka yang telah bekerja selama bertahun-tahun.
Sekretaris GSBI Kabupaten Sukabumi, Aldi Wijaya, menyebutkan bahwa sedikitnya 250 pekerja terancam kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat. Padahal, total jumlah karyawan PT Yongstar berkisar antara 1.320 hingga 1.330 orang.
Menurut Aldi, kebijakan tersebut sangat tidak manusiawi karena dilakukan menjelang bulan suci Ramadan, saat kebutuhan hidup masyarakat cenderung meningkat.
“Ini bukan sekadar soal kontrak kerja, tapi soal kemanusiaan. Menjelang Ramadan, buruh justru dihadapkan pada ancaman kehilangan mata pencaharian di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah,” kata Aldi saat ditemui di lokasi aksi.
Ia juga menyoroti rencana manajemen perusahaan yang akan melakukan evaluasi karyawan setelah Lebaran. Namun, kebijakan tersebut justru dinilai menimbulkan ketidakpastian, baik bagi pekerja lama maupun pekerja baru.
“Semua berada dalam posisi rawan. Katanya evaluasi berdasarkan absensi, tapi kenyataannya ini mengarah pada pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujarnya.
Aldi menambahkan, GSBI telah berulang kali membuka ruang dialog dengan pihak perusahaan. Namun hingga saat ini, belum ada kesepakatan karena manajemen tetap bersikukuh mengakhiri kontrak para pekerja.
GSBI menegaskan akan terus melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan buruh tidak mendapatkan respons konkret dari pihak perusahaan. Bahkan, jumlah massa aksi dipastikan akan bertambah.
“Jika hari ini tidak ada komitmen yang jelas, kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar,” tegasnya.***
Editor : M. Nabil
(IFU)