Bisnisnews.net || Langkah Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, pada Sabtu (6/12/2025) memperlihatkan bagaimana kepemimpinan di masa krisis menuntut kehadiran langsung. Sejak pagi, ia mendatangi beberapa titik terdampak banjir dan kerusakan bangunan, mulai dari Subangjaya di Kecamatan Cikole, Perumahan Baros, hingga Dayeuhluhur di Warudoyong. Setiap lokasi menampilkan cerita serupa: hujan deras selama beberapa hari terakhir menciptakan tekanan air yang meruntuhkan sebagian rumah warga.
“Saya ingin memastikan sendiri kondisi masyarakat,” ujar Bobby usai meninjau rumah yang terdampak. Bersama BPBD, camat, dan lurah, ia menyaksikan bagaimana air yang meresap dari berbagai arah membuat struktur bangunan tidak mampu bertahan.
Dalam kunjungannya, bantuan darurat segera diberikan—alat tidur, sembako, hygiene kit, serta pemasangan terpal untuk meminimalkan risiko jika hujan kembali turun. Namun Bobby menegaskan bahwa bantuan semacam ini hanya langkah awal.
Ia langsung menginstruksikan jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memetakan seluruh dampak banjir dan potensi longsor. Data rinci mengenai rumah yang rusak, kondisi lingkungan, serta infrastruktur di sekitar lokasi akan menjadi dasar penanganan cepat. Pendataan tersebut juga akan disampaikan kepada Wali Kota sebagai bagian dari persiapan percepatan program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang direncanakan dimulai lebih awal pada 2026.
“Penanganan harus terukur dan akuntabel. Kita tidak hanya memulihkan kerusakan, tapi memastikan masyarakat kembali aman,” tegas Bobby.
Dalam jangka panjang, Wakil Wali Kota menyoroti penyakit lama yang harus segera diatasi: buruknya drainase dan penumpukan sampah yang kerap menyumbat aliran air. Ia meminta masyarakat lebih disiplin menjaga kebersihan serta melakukan pengawasan rutin di titik-titik rawan sumbatan. Di sisi lain, Pemkot akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mengatasi aliran sampah dan sedimentasi dari wilayah hulu.
Bagi Bobby, pemulihan pascabencana bukan hanya urusan teknis, tetapi juga komitmen kolektif membangun sistem yang lebih tangguh. “Kita harus bekerja bersama, dari tingkat kota sampai hulu, supaya kejadian seperti ini bisa kita cegah lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang menyentuh aspek darurat sekaligus perencanaan jangka panjang, Bobby Maulana menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya terlihat di saat krisis, tetapi juga dalam kesiapan membangun ketahanan kota untuk masa mendatang.*** (RAF)
Editor : M. Nabil