Bisnisnews.net || Upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapang Merdeka, Minggu (17/8/2025), dimaknai Pemerintah Kota Sukabumi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi perjalanan bangsa sekaligus pijakan untuk menentukan arah pembangunan ke depan.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam amanatnya menekankan bahwa kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga persatuan di tengah dinamika bangsa. “Demokrasi di Kota Sukabumi berjalan damai. Mari kita isi dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa empat pilar kebangsaan harus menjadi fondasi setiap langkah pembangunan. Dengan berpegang pada nilai tersebut, masyarakat akan semakin siap menghadapi tantangan global maupun persoalan lokal.
Sejalan dengan arahan Presiden dalam pidato kenegaraan 15 Agustus lalu, Ayep menegaskan Sukabumi turut berfokus pada isu-isu strategis seperti pemerataan pembangunan, ketahanan pangan, perbaikan mutu pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan investasi. “Langkah awal kami adalah memperkuat fiskal daerah, dan alhamdulillah sudah mulai terlihat hasil positif,” katanya.
Beberapa prestasi yang diraih menjadi penanda kemajuan tersebut, mulai dari penghargaan Kota Toleran ke-6 nasional, predikat “sangat inovatif” dalam IGA, nilai reformasi birokrasi kategori A, hingga capaian di bidang keagamaan dengan masuk 11 besar MTQH Jawa Barat 2025.
Upacara yang diwarnai penampilan seni budaya itu tidak hanya membangkitkan rasa nasionalisme, tetapi juga menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir. Persatuan dan kebersamaan menjadi kunci agar cita-cita Indonesia maju dan sejahtera benar-benar terwujud, termasuk di Kota Sukabumi.***(RAF)
Editor : M. Nabil