Bisnisnews.net || Menjelang beroperasinya Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3, Pemerintah Kota Sukabumi mulai mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan kota siap menyambut lonjakan investasi dan pembangunan kawasan. Dalam rapat koordinasi lintas OPD yang digelar Jumat (11/7/2025) di Oproom Setda, Wali Kota H. Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana menegaskan perlunya penanganan cepat terhadap sejumlah isu krusial yang berpotensi menjadi hambatan pertumbuhan.
“Dengan dibukanya Tol Bocimi nanti, kita akan menghadapi arus baru investasi dan pergerakan ekonomi yang jauh lebih dinamis. Maka, persoalan-persoalan yang selama ini menghambat harus segera diselesaikan,” kata Wali Kota Ayep Zaki.
Dalam pertemuan tersebut, lima isu utama dipetakan sebagai prioritas: penanganan TPA sampah yang tidak tersentuh selama satu dekade, penyelamatan proyek Pasar Pelita yang stagnan, penataan sistem parkir kota, restrukturisasi manajemen PDAM yang terus merugi, serta reformasi layanan birokrasi terhadap pengembang dan investor.
Masalah-masalah tersebut dinilai berisiko menurunkan daya saing Kota Sukabumi jika tidak segera ditangani, terlebih dalam menghadapi masuknya investasi pasca pembukaan tol yang menghubungkan Sukabumi dengan pusat-pusat ekonomi di Bogor dan Jakarta.
“TPA sudah terlalu lama dibiarkan. Kita perlu solusi konkret, bukan wacana. Pasar Pelita juga harus diselamatkan. Jika pengembang tak mampu, kita buka opsi kerja sama saham dengan pihak ketiga,” ujar Ayep.
Sementara itu, sistem parkir yang belum tertata rapi, terutama di jalan-jalan utama seperti Lettu Bakri, Julius Usman, dan Pasundan, akan direposisi dengan target penyelesaian hingga Oktober 2026.
PDAM juga tak luput dari sorotan. Menurut wali kota, buruknya manajemen berdampak langsung pada kualitas pelayanan air bersih. “Saya minta Sekda ambil alih pembenahan. Tidak boleh terus-menerus rugi dan membebani masyarakat,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Bobby Maulana menambahkan, kesiapan menyambut investasi bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kesiapan sikap pelayanan.
“Ini momentum besar. Tol Bocimi adalah pintu gerbang ekonomi baru kita. Jangan sampai justru birokrasi kita menjadi tembok yang menghalangi para pelaku usaha,” ujarnya.
Ia menyebut, Pemkot harus menjamin adanya kepastian regulasi dan kecepatan layanan perizinan. Bobby juga menyoroti keluhan warga yang disampaikan langsung ke rumah dinasnya terkait Perda RTRW. Ia menilai perlu adanya komunikasi teknis yang transparan kepada publik.
“Kita tidak bisa biarkan masyarakat dalam kebingungan. Kajian teknis RTRW harus disampaikan secara terbuka,” katanya.
Rapat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Sukabumi sedang bergerak menuju model pemerintahan yang responsif, adaptif, dan proaktif dalam menangkap peluang pembangunan. Kelima isu prioritas akan menjadi fokus dalam jangka pendek demi memastikan Sukabumi tidak tertinggal dalam peta pertumbuhan regional.
“Ini soal kesiapan kita sebagai kota yang terbuka dan modern. Kalau kita lambat, maka daerah lain akan melaju lebih dulu,” tutup Ayep Zaki.***(RAF)
Editor : M. Nabil