PPJNA ’98 Apresiasi Peran Sentral Sufmi Dasco Ahmad dalam Percaturan Politik Nasional

Date:

Bisnisnews.net || Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jaringan Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, menyampaikan pernyataan bernas dan simbolik terkait peran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam dinamika politik nasional. Dalam pandangannya, Dasco tak ubahnya seperti Mahapatih Gajah Mada—sosok legendaris dari Majapahit—yang menjadi simbol pemersatu kekuatan Nusantara.

“Bila dalam sejarah Nusantara ada Gajah Mada, maka dalam konteks kekinian, Sufmi Dasco Ahmad adalah Mahapatih bangsa ini. Ia menjadi jembatan, penghubung kekuatan politik nasional, dan tokoh di balik stabilitas elite nasional pasca-Pemilu,” ujar Anto dalam keterangannya kepada redaksi Bisnisnews.net, Minggu 22//6/2025.

Anto menggarisbawahi bahwa posisi Dasco di parlemen dan di internal Partai Gerindra bukan sekadar struktural, melainkan juga strategis. Ia menilai Dasco mampu menjalin komunikasi lintas partai, menjembatani kepentingan elite politik, dan menjaga keseimbangan antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan para kekuatan sipil, militer, maupun akar rumput.

Menurut PPJNA 98, di tengah suasana sosial-politik yang kerap terpolarisasi, figur seperti Dasco sangat dibutuhkan. Ia dianggap sebagai sosok yang tenang, rasional, tetapi juga efektif dalam membangun konsolidasi dan menghindari fragmentasi kekuasaan.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa Dasco bekerja dalam senyap, tapi hasilnya nyata. Ia bukan politisi gaduh. Ia adalah arsitek komunikasi kekuasaan di balik layar yang mampu membuat kekuatan-kekuatan politik tetap utuh dan bergerak dalam satu arah,” tambah Anto.

Anto bahkan menyebut, bila Indonesia menerapkan sistem parlementer, maka posisi Dasco sudah sangat layak disebut sebagai Perdana Menteri informal karena begitu sentral dan dominan dalam penyusunan arsitektur pemerintahan dan politik pasca-Pemilu 2024.

Karier Sufmi Dasco Ahmad yang bermula dari dunia hukum sebagai advokat, kemudian menanjak menjadi legislator, lalu Wakil Ketua DPR RI, hingga Ketua Harian DPP Partai Gerindra, menurut Anto, mencerminkan jejak seorang negarawan modern.

“Gajah Mada adalah tokoh yang tidak menjadi raja, tetapi menentukan arah sejarah kerajaan. Dasco pun tidak duduk di kursi presiden atau menteri, tapi tangannya menjangkau semua keputusan penting bangsa ini,” tegasnya.

PPJNA 98 meyakini, Dasco bukan hanya aktor penting di Partai Gerindra, tetapi juga sosok yang akan memegang peran sentral dalam penguatan stabilitas nasional menjelang pelantikan presiden-wakil presiden dan pembentukan kabinet Prabowo-Gibran.

Ke depan, Indonesia akan menghadapi tantangan besar di bidang geopolitik global, ketahanan energi, hingga pemerataan kesejahteraan. Menurut Anto, figur seperti Dasco akan sangat diperlukan untuk merumuskan arah kebijakan nasional secara pragmatis namun tetap berpijak pada ideologi kebangsaan.

“Keberadaan Dasco ibarat poros. Ia bisa mengikat yang berseberangan menjadi satu kekuatan. Ini mirip konsep Sumpah Palapa—mengarahkan seluruh energi nasional ke satu visi: Indonesia Maju,” pungkas Anto.***

Foto : Istimewa

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jumlah Penumpang Naik 6,46 Persen, Stasiun Cibadak Semakin Vital Dukung Mobilitas Warga Sukabumi

Bisnisnews.net - Peran Stasiun Cibadak sebagai salah satu simpul...

Wali Kota: Budaya Lokal Harus Menjadi Kekuatan dan Daya Tarik Kota Sukabumi

Bisnisnews.net - Warisan budaya bukan hanya bagian dari identitas...

“Dari Kampus ke Desa”: Milad UMMI ke-23 Jadi Panggung Sinergi Akademisi dan Pemerintah

Bisnisnews.net – Universitas Muhammadiyah Sukabumi UMMI merayakan Milad ke-23...