Bisnisnews.net || Setelah hampir lima tahun tumbuh dan berkembang melalui program pembinaan pemerintah daerah, UMKM Dapur Ummi 12 akhirnya meresmikan gerai permanennya di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole. Peresmian yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menjadi simbol keberhasilan pembinaan berkelanjutan terhadap pelaku usaha mikro lokal.
Dede Wahyudi, pemilik Dapur Ummi 12, menyampaikan bahwa perjalanan usahanya tak lepas dari dukungan dan perhatian pemerintah kota. Sejak awal merintis, ia telah menerima bantuan berupa alat produksi modern serta pendampingan intensif dalam pengelolaan usaha.
“Semua ini berawal dari kepedulian dan komitmen terhadap UMKM, bahkan sebelum Pak Ayep menjabat sebagai Wali Kota. Kami adalah bukti nyata bahwa jika UMKM dibina dengan serius, hasilnya bisa seperti ini,” kata Dede, Jumat (30/5/2025).
Gerai baru Dapur Ummi 12 kini berdiri tidak hanya sebagai tempat produksi dan penjualan, tetapi juga sebagai pusat inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya. Dengan mengandalkan kualitas produk dan komitmen terhadap kemandirian, usaha rumahan ini berkembang menjadi bisnis yang profesional dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, yang hadir meresmikan gerai tersebut didampingi oleh Camat Cikole dan Lurah Cisarua, menyampaikan bahwa keberhasilan Dapur Ummi 12 harus menjadi pelecut semangat bagi UMKM lainnya di kota ini.
“Ini bukan sekadar grand opening, ini adalah bukti nyata bahwa UMKM kita bisa naik kelas. Dapur Ummi 12 menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan dukungan yang tepat, usaha mikro bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ujarnya.
Ayep menambahkan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendorong pembinaan UMKM secara terstruktur dan berkelanjutan. Menurutnya, UMKM adalah fondasi ekonomi kerakyatan yang harus diperkuat demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Peresmian Dapur Ummi 12 bukan hanya seremoni biasa, melainkan momentum penting dalam menunjukkan bahwa mimpi pelaku usaha kecil bisa terwujud—dengan kerja keras dan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.***(RAF)
Editor : M. Nabil