Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk menjadikan data sebagai fondasi utama pembangunan yang tidak hanya terukur, tetapi juga berkeadilan dan berbasis nilai. Hal ini disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dalam kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral yang digelar di Operation Room Setda Kota Sukabumi, Rabu (21/5/2025).
Di tengah upaya menuju kota yang IMAN (Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis), Wali Kota menekankan bahwa tata kelola data sektoral bukan sekadar urusan teknis birokrasi, melainkan ruh dari setiap kebijakan yang berpihak pada kebutuhan rakyat.
“Kita tidak bisa lagi membangun hanya berdasarkan asumsi. Data yang valid bukan hanya alat ukur, tapi dasar moral untuk menyusun kebijakan yang adil dan menyeluruh,” tegas Ayep.
Ia menyoroti bahwa pembangunan yang berkualitas harus didukung oleh integrasi data dari berbagai sektor—mulai dari ekonomi makro seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), inflasi, investasi, hingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Selain itu, upaya penguatan data desa melalui program Desa Cantik turut menjadi fokus untuk memastikan ketepatan perencanaan di akar rumput.
Menariknya, Wali Kota juga menyinggung potensi data sosial keagamaan, seperti pendataan aset wakaf, sebagai bagian penting dari pembangunan berkeadilan.
“Wakaf bukan hanya soal agama, tapi juga instrumen pembangunan sosial. Kalau dikelola dengan baik, potensi ini bisa jadi kekuatan ekonomi umat,” ujarnya.
Ayep Zaki mengajak seluruh OPD dan pemangku kepentingan untuk menjadikan data sebagai alat transformasi, bukan hanya pelengkap laporan tahunan.
“Dengan kolaborasi lintas sektor dan komitmen yang sama, mari kita jadikan data sebagai pondasi dari arah pembangunan Sukabumi yang lebih berpihak, lebih inklusif, dan selaras dengan nilai-nilai luhur yang kita junjung bersama,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil