Bisnisnews.net || Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1446 H, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Gudang, Kota Sukabumi, mengalami kenaikan yang cukup signifikan, terutama pada komoditas cabai. Kenaikan harga ini berdampak pada daya beli masyarakat yang menurun hingga 30 persen.
Asep Mulyana (52), seorang pedagang sayur di Pasar Gudang, mengungkapkan bahwa lonjakan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Salah satu yang mengalami kenaikan paling drastis adalah cabai rawit merah. “Sekarang harga cabai rawit merah (cengek) naik dari Rp90 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram,” ujar Asep, Jumat (21/3/2025).
Tak hanya cabai rawit merah, cabai jenis lain seperti cabai TW atau cabai merah besar juga mengalami kenaikan harga. “Cabai TW yang sebelumnya dijual Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Cabai keriting dan bawang juga naik dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram,” tambahnya.
Menurut Asep, fenomena kenaikan harga ini sudah menjadi pola tahunan menjelang Lebaran. “Kalau bulan puasa memang biasa naik, tapi kalau mendekati Lebaran lima hari terakhir biasanya ada lonjakan harga lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki turun langsung meninjau kondisi harga di Pasar Gudang. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok masih dalam kategori wajar. “Ada sedikit kenaikan, tapi masih dalam batas normal. Yang berpengaruh itu kalau harga naik drastis, misalnya dari Rp48 ribu ke Rp100 ribu. Kalau hanya naik Rp2.000, itu masih bisa ditoleransi,” jelasnya.
Selain kenaikan harga bahan pokok, Ayep juga menyoroti kelangkaan Minyakita di pasaran. “Sudah satu minggu ini pasokan Minyakita kosong di Kota Sukabumi. Hal ini terjadi karena adanya pengurangan volume distribusi,” ujarnya. Meski begitu, ia memastikan stok kebutuhan pokok lainnya masih cukup hingga Lebaran. “Saya sudah pastikan stoknya aman, dan ini menjadi tanggung jawab saya sebagai wali kota,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil