Bisnisnews.net || Pencarian korban kecelakaan laut di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi kembali membuahkan hasil. Ujang Agus (40), warga Kecamatan Simpenan, yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan pada hari keempat pencarian. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adhianto, jasad Ujang Agus ditemukan mengapung di Perairan Pantai Cibangkung, berjarak sekitar satu mil laut dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
“Sekitar pukul 10.00 WIB, tim SAR gabungan menemukan korban Ujang Agus dalam keadaan meninggal dunia kurang lebih 1 mil laut dari lokasi kejadian,” kata Suryo.
Usai ditemukan, jenazah segera dievakuasi menuju RSUD Palabuhanratu untuk proses lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Pencarian Dibagi ke Tiga Sektor
Sejak pagi hari, operasi pencarian telah kembali digelar. Tim mulai bergerak sekitar pukul 07.00 WIB, dengan membagi kekuatan ke tiga Search and Rescue Unit (SRU):
SRU 1: melakukan penyisiran laut menggunakan perahu LCR sejauh 6 mil laut dari lokasi korban pertama kali jatuh.
SRU 2: menelusuri jalur darat sepanjang 5 kilometer di sekitar garis pantai.
SRU 3: melakukan pemantauan dari titik ketinggian Puncak Aher dan Puncak Dini untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban dari area luas.
Metode ini membantu memperluas cakupan pencarian hingga akhirnya membuahkan hasil pada pertengahan pagi.
Korban Pertama Ditemukan Sehari Sebelumnya
Dengan temuan ini, seluruh korban telah berhasil ditemukan. Sehari sebelumnya, pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, rekan korban bernama Deni Setiawan (35) telah ditemukan lebih dahulu dalam keadaan meninggal dunia.
“Dengan ditemukannya korban kedua, operasi SAR secara resmi kami tutup,” terang Suryo.
Berawal dari Kegiatan Memancing
Insiden bermula pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Ujang dan Deni tengah memancing di kawasan batu karang Pantai Cikeueus, Loji, Kecamatan Simpenan. Saat aktivitas berlangsung, keduanya terseret ombak besar yang menghantam titik tempat mereka berdiri.
Hingga proses pencarian dinyatakan selesai, seluruh unsur SAR, relawan, dan masyarakat sekitar terlibat aktif dalam upaya menemukan kedua korban.
Musibah ini kembali menjadi pengingat kuat bahwa kawasan pantai selatan Sukabumi dikenal memiliki karakter ombak besar dan arus kuat yang kerap berubah secara tiba-tiba.***(RAF)
Editor : M. Nabil