MUI Sukabumi Soroti Kasus Bullying Siswi MTsN, Minta Sekolah Jadi Ruang Aman untuk Anak

Date:

Bisnisnews.net || Kasus dugaan bullying terhadap siswi MTs Negeri asal Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi berinisial AK (14), mendapat perhatian serius dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi. Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun, mengecam keras aksi perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

“Dalam ajaran Islam, manusia memiliki derajat yang mulia. Tidak boleh ada satu pun yang direndahkan, apalagi anak-anak. Bullying jelas bertentangan dengan nilai-nilai agama,” ujar Ujang, Rabu (5/11/2025).

Ia menegaskan, sekolah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang, bukan justru menjadi sumber tekanan. Menurutnya, menjaga anak dari perilaku buruk semacam itu merupakan kewajiban moral dan keagamaan.

“Menjaga anak-anak termasuk dalam prinsip hifdzunnas atau menjaga keturunan. Karena itu, tindakan perundungan di sekolah adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Ujang mendorong agar pendidikan agama dan moral di sekolah diperkuat. Menurutnya, pembentukan karakter dan adab harus menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan.

“Peristiwa ini menjadi tamparan bagi dunia pendidikan. Sudah saatnya pelajaran agama ditingkatkan agar pelajar memiliki akhlak dan sikap saling menghargai,” tuturnya.

Ia juga menilai pentingnya peran tokoh agama untuk turut serta dalam memberikan pembinaan langsung ke sekolah-sekolah. MUI sendiri memiliki program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) atau MUI Goes to School, namun implementasinya masih terbatas karena belum difasilitasi secara penuh oleh dinas pendidikan.

“Program AMS sudah berjalan, tapi kami berharap dukungan dari dinas agar ruangnya diperluas. Dengan begitu, ajengan bisa memberikan bimbingan langsung kepada siswa,” jelas Ujang.

Selain faktor pendidikan, pengawasan dari orang tua terhadap aktivitas anak juga dinilai krusial, terutama dalam penggunaan media sosial.

“Kontrol terhadap penggunaan gawai dan media sosial harus lebih diperketat, baik di rumah maupun di sekolah. Banyak konten negatif yang bisa memicu perilaku menyimpang,” katanya.

Ujang mengimbau seluruh pihak agar lebih peka dan tanggap terhadap tanda-tanda perundungan yang mungkin terjadi di sekitar mereka.

“Sekolah, guru, dan orang tua harus lebih sensitif agar kasus seperti ini bisa dicegah sejak dini. Edukasi dan kepedulian bersama adalah kuncinya,” ucapnya.

Sebagai bentuk keadilan bagi korban, Ujang juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku bullying tanpa pandang bulu, termasuk jika pelakunya masih di bawah umur.

“Penegakan hukum harus tegas. Ini bukan sekadar hukuman, tapi juga pembelajaran agar tidak ada lagi anak yang menjadi korban,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Gabah Tembus Rp9.000, Bulog Siapkan 300 Ribu Ton Beras Premium Masuk Ritel

Bisnisnews.net - Lonjakan harga beras premium di pasaran membuat...

Amran Telepon Waka BGN, Menu Telur Wajib 3 Kali di MBG untuk Selamatkan Peternak

Bisnisnews.net - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bergerak cepat...

Pemkot Sukabumi dan DPR RI Perkuat Kolaborasi, Wisata Cikundul Jadi Sasaran

Bisnisnews.net – Pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan pelaku usaha...

Pemkot Sukabumi Tekankan Integritas dan Pembenahan Tata Kelola RSUD Syamsudin di Usia 106 Tahun

Bisnisnews.net - Peringatan 106 tahun RSUD R. Syamsudin, S.H....