Arus Sungai Cikarang Ngamuk, Jembatan Guha Monyet di Sukabumi Ambruk

Date:

Bisnisnews.net || Derasnya arus Sungai Cikarang kembali memutus jalur penghubung utama antara dua kecamatan di wilayah selatan Sukabumi. Jembatan darurat Guha Monyet yang terletak di Kampung Bolenglang, Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, hanyut tersapu banjir bandang pada Sabtu malam, 1 November 2025, sekitar pukul 23.30 WIB.

Jembatan yang terbuat dari bambu dan kayu tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat pascabencana serupa pada Maret lalu. Namun, infrastruktur sederhana itu tak mampu menahan tekanan air Sungai Cikarang yang meluap akibat hujan deras berjam-jam. Kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp250 juta.

Sekretaris Camat Jampangkulon, Dadun, membenarkan kejadian tersebut. “Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Jembatan darurat yang dibangun warga kembali tidak kuat menahan derasnya arus,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).

Ambruknya jembatan ini memutus akses transportasi antara Desa Tanjung di Kecamatan Jampangkulon dan Desa Waluran di Kecamatan Waluran. Dampaknya sangat terasa bagi warga, terutama di sektor pertanian dan pendidikan.

Transportasi hasil panen terhenti
Para petani di wilayah Waluran kini kesulitan mengangkut hasil panen mereka. Jalur yang biasanya digunakan untuk membawa gabah dan hasil bumi ke pasar kini tak bisa dilalui. Akibatnya, lahan sawah seluas lebih dari 300 hektar terancam gagal panen.

Akses pendidikan terganggu
Selain itu, puluhan siswa SDN Pangkalan yang tinggal di seberang sungai tak dapat bersekolah seperti biasa. “Anak saya tidak bisa ke sekolah karena jembatan itu satu-satunya jalan,” keluh Udin, salah seorang warga setempat.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, warga kini harus mencari jalan alternatif yang berjarak lebih jauh dan berisiko tinggi. Pemerintah kecamatan telah mengambil langkah cepat dengan memasang rambu peringatan di lokasi jembatan dan melaporkan kejadian ini kepada pemerintah kabupaten.

Warga berharap agar pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan oleh pemerintah daerah maupun provinsi. “Kami butuh jembatan yang kuat dan aman. Kalau setiap hujan besar putus lagi, ekonomi kami makin terpuruk,” tambah Udin.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pembangunan infrastruktur yang tahan bencana di kawasan rawan banjir seperti Jampangkulon. Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun diharapkan mempercepat upaya mitigasi serta perencanaan jembatan permanen agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban akibat minimnya fasilitas dasar.***

Editor : M. Nabil

(IFU)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemerintah Bangun Hunian Layak bagi Warga Pinggir Rel Pasar Senen 

Bisnisnews.net || Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas...

Bansos BPNT Tahap II Cair April 2026, KPM Terima Rp600 Ribu Sekaligus 

Bisnisnews.net || Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) pada...

Politik Gerombolan Vs Politik Institusional 

Oleh: Budi Hermasnyah/ (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014)Bisnisnews.net...

BEM Nusantara Jabar Gelar Rakorda di Sukabumi, Usung Tagline “Mendaerahkan Isu Nasional”

Bisnisnews.net || Ratusan aktivis mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif...