Bisnisnews.net || Upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat kembali menunjukkan hasil nyata. Melalui program Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), kota ini kini berada di tahap akhir verifikasi menuju status 100 persen bebas dari praktik buang air besar sembarangan.
Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan Paparan Verifikasi Dokumen ODF Tingkat Kota Sukabumi yang berlangsung di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Senin (20/10/2025). Acara ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Vini Adiani Dewi; Ketua Forum Kota Sehat, Ranty Rachmatilah; serta perwakilan perangkat daerah dan camat se-Kota Sukabumi.
Dalam arahannya, dr. Vini Adiani Dewi mengapresiasi langkah Kota Sukabumi yang dinilai konsisten dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi layak.
“Keberhasilan ODF tidak hanya diukur dari tersedianya sarana jamban sehat, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat. Sukabumi telah menunjukkan kemajuan luar biasa dan berpotensi menjadi kota ke-26 di Jawa Barat yang dinyatakan ODF,” ujarnya.
Ia menambahkan, pencapaian ini tidak akan terwujud tanpa sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat.
“Sanitasi itu urusan bersama — kesehatan, sosial, dan lingkungan. Semua pihak harus berkolaborasi agar tidak ada lagi limbah yang mencemari sungai,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, memaparkan bahwa perjalanan menuju ODF 100 persen ditempuh dengan kerja panjang dan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat.
“Pada tahun 2021, capaian ODF Kota Sukabumi baru mencapai 60,67 persen. Setahun berikutnya meningkat menjadi 90,91 persen, dan kini seluruh 33 kelurahan sudah mendeklarasikan diri ODF,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga didukung oleh kebijakan daerah seperti Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Limbah Domestik, serta gerakan inovatif Gema Sajadah (Gerakan Mengubah Sampah Menjadi Berkah).
“Program Gema Sajadah mendorong masyarakat untuk menukar sampah menjadi tabungan yang kemudian digunakan membangun fasilitas sanitasi. Cara ini terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat,” katanya.
Menjawab pertanyaan tentang tiga kelurahan yang baru mendeklarasikan ODF tahun ini, Bobby menjelaskan bahwa kepadatan penduduk menjadi tantangan tersendiri.
“Verifikasi di wilayah padat memang memerlukan waktu lebih lama untuk memastikan perubahan perilaku dan fasilitas sanitasi sudah sesuai standar. Namun kini semuanya sudah tuntas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa setelah mencapai target ODF 100 persen, pemerintah daerah akan fokus pada keberlanjutan melalui program Kali Bersih yang menitikberatkan pada edukasi masyarakat agar tidak lagi membuang limbah ke sungai.
“Kami ingin memastikan bahwa capaian ini bukan hanya simbol, melainkan langkah berkelanjutan menuju sanitasi aman. Sukabumi harus menjadi kota yang sehat, bersih, dan layak huni bagi semua,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil