Bisnisnews.net || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terus menghadirkan cerita perubahan di berbagai daerah. Tidak hanya menjamin asupan gizi jutaan siswa, kehadiran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga memberi warna baru dalam kehidupan masyarakat—baik sebagai penyedia lapangan kerja maupun penggerak ekonomi lokal.
Melda (32), seorang ibu tunggal dari Kampung Baeud, Warungkiara, menjadi salah satu wajah nyata manfaat program ini. Sejak Maret 2025, ia bekerja di Dapur SPPG Warungkiara 2 bersama puluhan warga lain. Baginya, dapur MBG adalah titik balik dalam hidup.
“Alhamdulillah, dengan bekerja di sini saya bisa menyekolahkan anak, membantu biaya orang tua yang sakit, bahkan sedikit demi sedikit melunasi hutang. Kehidupan saya jauh lebih ringan,” tutur Melda kepada bisnisnewsnet, Kamis (2/9/2025).
Sebelum bergabung di dapur MBG, Melda sempat bekerja di rumah makan dengan jam kerja panjang, dari sore hingga pagi. Kondisi itu membuatnya sulit membagi waktu bersama anak-anak. Kini, dengan jam kerja yang lebih teratur, ia masih bisa pulang siang hari untuk tetap hadir bagi keluarga.
Manfaat program MBG juga dirasakan para pelaku usaha lokal. Ujang Priatman (35), pedagang ayam potong di Kecamatan Jampangtengah, kini menjadi salah satu pemasok tetap dapur MBG.
“Setiap minggu saya kirim sekitar 250 kilogram ayam. Omzet jadi lebih stabil, meskipun saya berharap sistem pembayarannya bisa lebih cepat karena modal untuk ayam cukup besar,” ujarnya.
Kisah Melda dan Ujang menggambarkan dampak ganda program MBG: anak-anak sekolah mendapat makanan sehat, sementara masyarakat sekitar memperoleh peluang kerja dan tambahan penghasilan.
Dengan sinergi yang terbangun, program MBG tidak hanya menjawab persoalan gizi, tapi juga menyalakan roda ekonomi lokal yang bermanfaat bagi banyak keluarga di Sukabumi.***(RAF)
Editor : M. Nabil