Kupat Tahu dan Sayur Pangles, Kuliner Tradisional yang Banyak Diburu Konsumen di Sukabumi

Date:

Bisnisnews.net || Sarapan pagi dengan makan nasi sudah biasa. Bagaimana kalau makan pagi dengan menu Kupat Sayur atau Kupat Tahu? Para pelanggan “Kupat Sayur dan Tahu Pangles” akan menjawabnya: “Sedaaaap!”

Jika anda sedang melintas di Jalan Raya Pelabuhan II pada pagi hari, cobalah untuk mampir di warung “Kupat Sayur dan Tahu Pangles” ini. Lokasinya persis di depan pasar Panggeleseran, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Warungnya selalu ramai sehingga anda tak akan sulit menemukannya.

Kupat Sayur dan Tahu Pangles memang unik karena merupakan salah satu tujuan kuliner ketupat sayur dan tahu di pasar Panggelseran bahkan di Kecamatan Cikembar yang berjualan di pagi hari, selain ada beberapa penjual yang juga mengikuti jejaknya.

Adalah Wiwih (60), pemilik kios “Kupat Sayur dan Tahu Pangles”, menekuni usahanya sejak tahun 1989 sampai sekarang. Beralamat di Kampung Cibodas RT 01 RW 01, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Kupat Tahu Pangles, Kuliner Tradisional yang Banyak Diburu Konsumen di Sukabumi (foto : Isop)

Dengan modal awal berdiri hanya Rp7 ribu rupiah, Wiwih terus menekuni usahanya sampai sekarang  dan sudah memiliki beberapa cabang. Dibantu oleh 3 orang karyawan, kini UMKM Kupat Sayur dan Tahu Pangles, memiliki omset Rp1.5 juta perhari.

Mulai dibuka sekitar pukul 06.00 WIB, Kupat Sayur ran Tahu Pangles ini baru akan tutup menjelang siang hari jika dagangannya sudah ludes. Selain lezat rasanya, Kupat Sayur dan Tahu Pangles memiliki ciri khas dengan bumbu yang lumer. Tak ayal banyak orang yang akhirnya kepincut berlangganan.

“Ketupat sayur dan tahu yang dijual disini sebenarnya tak begitu spesial. Sebagaimana standar ketupat sayur dan tahu biasanya, sepiring ketupat digenangi bumbu lumer. Meski komposisinya biasa namun rasanya layak disebut juara. Buktinya, dagangan saya habis terus tiap hari,” ungkap Wiwih kepada Bisnisnews.net, Sabtu 20/09/2025.

“Menu raciknya saya pertahankan sejak berdiri sampai sekarang, tidak pernah dirubah-rubah. Bagi yang berlidah Sunda, pastilah seleranya akan berjodoh,” tambah Wiwih.

Harga setengah porsi ketupat sayur dan tahu hanya enam ribu rupiah dan untuk satu porsi penuh diharga Rp10 ribu saja. Tidak terlalu mahal bukan.? Jadi, tak ada ruginya jika ingin mencoba sarapan pagi dengan menu tak biasa, Kupat Sayur dan Tahu Pangles pasti akan menyegarkan raga di pagi hari menjelang beraktifitas.***

Foto : Isop

Editor : M. Nabil

(Isop)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Erupsi Anak Krakatau, KAI Pantau Perjalanan Kereta Menuju Sukabumi

Bisnisnews.net – Penumpang kereta api yang bepergian menuju Sukabumi...

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Warga Kota Sukabumi Keluhkan Pandangan Terganggu

Bisnisnews.net – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mendapat...

Industri Tumbuh, Desa Kertaraharja Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Bisnisnews.net — Pemekaran Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi,...

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bisnisnews.net – Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi mengeluarkan himbauan...