Delapan Ribu Tenaga Pendamping Koperasi Direkrut Kemenkop, Apa Kerjanya? 

Date:

Bisnisnews.net || Kementerian Koperasi akan merekrut 8.000 tenaga pendamping untuk mengawal operasional 80 ribu Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia. Program ini diprioritaskan agar koperasi bisa berjalan lebih efektif.

“Satu pendamping akan mengawal 10 koperasi,” kata Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi saat meninjau Kopdes Merah Putih Bojong Mangu, Kabupaten Bekasi, Sabtu, 13/09/2025.

Zabadi menjelaskan program pendampingan merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas. Salah satunya program business assistant. Pelatihan bagi seluruh pengurus Kopdes Merah Putih akan dimulai pada awal Oktober.

Ia menyebut para pendamping akan membantu pengurus memahami sistem bisnis dan operasional koperasi. Kemenkop juga sudah menyiapkan buku panduan sebagai model bisnis yang bisa dijalankan.

“Pekan depan, kami sudah kolaborasi dengan BUMN pangan dan logistik,” ujarnya.

Selain pendampingan, Kemenkop menekankan pentingnya pendataan terintegrasi yang sesuai dengan data desa presisi.

Menurut Zabadi, sistem ini akan menjadi pintu masuk kebijakan agar program tepat sasaran. Ia menegaskan data koperasi penting untuk memastikan distribusi manfaat ekonomi yang adil bagi anggota maupun masyarakat.

“Fungsi dari Kopdes Merah Putih adalah sebagai salah satu instrumen distribusi yang tepat sasaran,” kata Zabadi.

Dalam kunjungan yang sama, anggota Komisi VI DPR Rieke Dyah Pitaloka menilai peran pendamping sangat krusial. Ia menyoroti masih banyak pengurus koperasi yang belum memahami prinsip dasar koperasi.

Rieke berharap pendampingan membuat pengurus lebih memahami tujuan koperasi sebagai bisnis. Koperasi, menurut dia, bukan sekadar wadah bagi-bagi uang, melainkan usaha yang menghasilkan keuntungan untuk anggota. Ia juga mengusulkan agar Kopdes Merah Putih menyediakan layanan tambahan berupa kredit usaha bagi anggota.

“Diberikan kredit untuk usaha. Tapi, itu juga usahanya harus jelas dan dipastikan orang tersebut menjadi anggota Kopdes Merah Putih,” kata Rieke.

Ia mendorong pengembangan tiga unit usaha utama di koperasi desa, yaitu produksi, distribusi, dan usaha berskala industri. “Jadi, koperasi ini bukan mau bagi-bagi duit, karena tujuan koperasi itu bisnis. Di situ ada keuntungan yang dibagikan kepada anggota. Ada gotong-royongnya, hingga ada kekeluargaannya,” ujar dia.***

Foto : Ilustrasi

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Guyuran Hujan Tak Halangi, Puluhan Ribu Penonton Padati Aksi Band Perunggu di Sukabumi

Bisnisnews.net || Salahsatu Gorup musik  papan atas Indonesia "Band...

Resah Ormas Anti-Kebinekaan, Warga Bandung Pasang Spanduk Tolak Intoleransi

Bisnisnews.net || Bertebaran spanduk penolakan warga terhadap organisasi intoleran...

CFD HUT ke-112 Kota Sukabumi Ramai, Warga Padati Jalan Ahmad Yani Sejak Pagi

Bisnisnews.net || Suasana Car Free Day (CFD) dalam rangka...

Dari Dapur Kecil di Sukabumi, Christian Menjaga Rasa Lewat Bacang Berbalut Daun Hanjuang

Bisnisnews.net || Aroma khas langsung menyapa begitu memasuki sudut...