Bisnisnews.net || Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Sukabumi mendapat penguatan baru dengan hadirnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cisaat. Berlokasi di Jalan Raya Cikiray No. 21, Desa Sukamanah, fasilitas ini dirancang untuk menjadi pusat distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ribuan penerima manfaat.
Munjayid, pimpinan Yayasan Kharisma Cendikia Indonesia Group sekaligus mitra Badan Gizi Nasional (BGN), menyebut SPPG Cisaat bukan sekadar dapur umum, melainkan wadah kolaborasi lintas sektor.
“Kami sudah bermitra dengan Muspika dan berbagai pihak untuk menyatukan misi. Tujuannya jelas: memastikan anak-anak dan ibu hamil memperoleh gizi sesuai standar BGN,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).
Fasilitas ini diproyeksikan melayani 3.300 penerima manfaat. Terdiri dari 1.400 balita dan ibu hamil yang menjadi fokus penanganan stunting, serta 1.900 anak sekolah. Menurut Munjayid, target tersebut hanya bisa tercapai jika ada sinergi semua pemangku kepentingan.
Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, yang hadir langsung dalam peresmian, menegaskan pentingnya pelaksanaan program secara konsisten.
“Program ini bukan hanya bagi Sukabumi, tapi juga kepentingan bangsa. Anak-anak harus menerima gizi yang sesuai standar, tanpa ada pengurangan kualitas,” tegasnya.
Rencananya, program MBG di SPPG Cisaat mulai berjalan akhir bulan depan, diawali dengan pendataan serentak di tingkat provinsi dan kabupaten. Kehadiran SPPG Cisaat melengkapi empat dapur layanan serupa yang sudah ada di Sukabumi, yakni di Nagrak, Karangtengah, dan Pawenang.***(RAF)
Editor : M. Nabil