Bisnisnews.net || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk meningkatkan asupan gizi para siswa membawa dampak tak terduga bagi para pelaku UMKM khususnya pedagang kecil di lingkungan sekolah.
Salahsatunya yang dirasakan oleh Nurhasanah, seorang pemilik warung sembako di Kecamatan Parungkuda, Sukabumi, merasakan langsung perubahan tersebut dengan menurunnya pendapatan harian warungnya.
Dalam wawancara yang dilakukan di kediamannya pada Kamis, 4 September 2025, Nurhasanah menuturkan bahwa sejak program MBG berjalan, kebiasaan jajan para siswa yang menjadi pelanggan utamanya berubah drastis. Meskipun warungnya tidak sepi, omzetnya menurun karena sebagian besar siswa tidak lagi jajan di warungnya.
“Dulu sebelum ada program itu, anak-anak pasti ramai jajan minuman atau makanan ringan di warung saya. Sekarang, karena mereka dapat makan di sekolah, mereka tidak lagi jajan seperti biasanya,” ungkap Nurhasanah, Kamis 04/09/2025.
Meski dihadapkan pada situasi sulit ini, Nurhasanah mengaku tetap mendukung tujuan baik dari program tersebut. Namun, ia berharap ada jalan tengah yang bisa dipikirkan oleh pihak terkait agar program yang menyehatkan anak-anak tidak mematikan usaha kecil di sekitarnya.
“Harapan saya, semoga ada solusi. Mungkin warung-warung kecil seperti kami bisa dilibatkan dalam program itu,” ujarnya. “Misalnya, kami bisa menjadi pemasok untuk beberapa bahan baku atau makanan pendamping yang sehat. Jadi, programnya tetap berjalan lancar, dan kami para pedagang kecil juga ikut merasakan manfaatnya, bukan hanya terkena dampaknya.”
Kisah yang dialami Nurhasanah menjadi cerminan bagaimana sebuah kebijakan dapat menciptakan efek domino. Pada intinya, ia mendukung penuh peningkatan gizi generasi penerus, namun juga berharap usahanya bisa terus bertahan untuk menopang ekonomi keluarganya.***
Foto : PPL STAI Al Masthuriyah
Editor : M. Nabil
(PPL STAI Al Masthuriyah)