Kupas Tuntas Soal Kematian Raya, Kadinkes Kabupaten Sukabumi Angkat Suara

Date:

Bisnisnews.net || Kasus meninggalnya balita bernama Raya (3) asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (21/7/2025), menyedot perhatian publik. Balita mungil yang lahir dari keluarga kurang mampu itu awalnya diduga menderita cacingan. Namun, klarifikasi resmi Kementerian Kesehatan memastikan bahwa penyakit yang diderita adalah tuberkulosis (TBC).

Kasus ini menjadi bahasan utama dalam Podcast Klarifikasi PWI Kabupaten Sukabumi yang didukung Widal TV. Dalam episode kelima bertajuk “Menguak Fakta Kesehatan dari Kasus Raya” digelar di Kantor PWI Sukabumi, Komplek Gelanggang Pemuda, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Selasa (2/9/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, kepada awak media menegaskan musibah ini menjadi bahan evaluasi penting agar pelayanan kesehatan semakin diperkuat.

“Menteri Kesehatan sudah menyampaikan bahwa penyakit anak Raya adalah TBC, bukan cacingan,” tegas Agus usai sesi Podcast.

Agus menjelaskan, sebenarnya upaya pemerintahan memenuhi pelayanan dasar kesehatan sudah berjalan. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap biaya pengobatan. Program cek Kesehatan gratis (CKG) telah berjalan sejak Februari 2025 di seluruh puskesmas untuk mendeteksi dini penyakit di masyarakat. Sementara itu, Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) memberi jaminan layanan medis hanya dengan KTP.

“Bagi warga yang tidak memiliki KTP, tetap bisa dilayani menggunakan surat keterangan tidak mampu dari desa. Jadi tidak ada alasan masyarakat tidak berobat,” jelasnya.

Agus juga mengingatkan pasca kasus Raya, pentingnya peningkatan koordinasi lintas sektor. Aparatur desa dan kecamatan bersama Puskesmas diminta lebih aktif membantu masyarakat dalam mengakses layanan dasar kesehatan.

Kupas Tuntas Soal Kematian Raya, Kadinkes Kabupaten Sukabumi Angkat Suara (foto : Aab)

“Kami akui masih ada kekurangan di lapangan. Kasus Raya menjadi evaluasi agar tidak ada warga yang terabaikan,” tambahnya.

Ia menegaskan agar puskesmas dan pemerintah desa/ kecamatan lebih sigap memberikan rujukan layanan kesehatan masyarakat tidak mampu ke rumah sakit milik Pemkab Sukabumi, yakni RSUD Sekarwangi, RSUD Palabuhanratu, dan RSUD Sagaranten. Jika dibutuhkan, pasien juga dapat dirujuk ke RS milik Pemprov Jawa Barat di Jampangkulon.

“Mohon dipahami, kami tidak memiliki kerja sama dengan RS R. Syamsudin Kota Sukabumi karena terkait alokasi anggaran,” beber Kadinkes.

Sekretaris PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Samsyi, menilai insiden meninggalnya balita Raya bukan hanya duka keluarga, tetapi juga menjadi cermin pentingnya kepedulian sosial masyarakat.

“Kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama. Masyarakat sekitar juga berperan aktif dalam mencegah dan membantu sesama, tidak hanya tenaga medis atau pemerintah,” katanya yang akrab dipanggil Bah Anom.

Ia menambahkan, penguatan gotong royong, informasi kesehatan yang benar, serta edukasi publik perlu terus dilakukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Media pun memiliki peran penting dalam memberikan literasi positif kepada publik agar bersama-sama mencari solusi,” pungkasnya.***

Foto : Aab

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Guyuran Hujan Tak Halangi, Puluhan Ribu Penonton Padati Aksi Band Perunggu di Sukabumi

Bisnisnews.net || Salahsatu Gorup musik  papan atas Indonesia "Band...

Resah Ormas Anti-Kebinekaan, Warga Bandung Pasang Spanduk Tolak Intoleransi

Bisnisnews.net || Bertebaran spanduk penolakan warga terhadap organisasi intoleran...

CFD HUT ke-112 Kota Sukabumi Ramai, Warga Padati Jalan Ahmad Yani Sejak Pagi

Bisnisnews.net || Suasana Car Free Day (CFD) dalam rangka...

Dari Dapur Kecil di Sukabumi, Christian Menjaga Rasa Lewat Bacang Berbalut Daun Hanjuang

Bisnisnews.net || Aroma khas langsung menyapa begitu memasuki sudut...