Bisnisnews.net || Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., menegaskan pentingnya pengelolaan sampah sebagai tolok ukur kemajuan peradaban.
Hal itu ia sampaikan saat peresmian pemanfaatan sampah menjadi RDF di TPSA Cimenteng, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis 31/07/2025.
Diketahui acara tersebut digagas oleh PT Semen Jawa (SCG) yang sebelumnya telah membangun tempat pengelolaan sampah di Wilayah Desa Sukamulya, Cikembar.
Herman menyebut, negara maju selalu memiliki sistem pengolahan sampah dan lingkungan hidup yang baik. “Kita belum jadi negara maju. Tapi 2045 Indonesia akan masuk empat besar dunia,” tegasnya.
Iapun menyebutkan pengolahan RDF di Cimenteng ini langkah besar. Namun menurutnya, penyelesaian masalah sampah tidak cukup di hilir saja, tapi harus dimulai dari hulu—yakni di rumah tangga.
“Kurangi sampah. Manfaatkan. Daur ulang. Teorinya gampang, praktiknya susah. Tapi harus dimulai,” ujarnya.
Dalam hal tersebut ia menuturkan bahwa sampah di Jawa Barat mencapai 29.700 ton per hari setengah dari jumlah itu adalah sampah organik—terutama sisa makanan.
“Kalau disiplin, jumlah itu bisa ditekan hingga setengahnya. Dari 29 ribu jadi 14 ribu ton per hari,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan diwaktu yang dekat akan menggelar konsolidasi kepala daerah di Bandung Raya dan Bogor Raya. Tujuannya untuk mereplikasi RDF Sukabumi di daerah lain.
Pemprov Jabar pun tengah menjajaki kerjasama dengan PT Semen Jawa dan SCG untuk mengelola sampah dari TPA Sarimukti. Potensi RDF di sana mencapai 1.500 ton dalam sehari.
Pemprov Jabar siap memenuhi target dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengakhiri open dumping tahun ini. Minimal harus jadi kontrol landfill, idealnya sanitary landfill.***
Foto : Aab
Editor : M. Nabil
(IFU)