Gerah dengan Celotehan di Salahsatu Akun Medsos, Ratusan Santri dan Alumni Ponpes Al Fath Datangi Mapolres Sukabumi Kota

Date:

Bisnisnews.net || Ratusan santri dan alumni Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi mendatangi Mapolres Sukabumi pada Selasa (29/7/2025), untuk melaporkan akun media sosial yang diduga menghina pimpinan mereka, KH. Fajar Laksana.

Aksi tersebut dilakukan menyusul adanya unggahan salah satu akun Facebook yang menyamakan sang kiai dengan “dukun”, yang dinilai mencemarkan nama baik dan martabat ulama, pada Selasa, di Mako Polres Kota Sukabumi, (29/7/2025).

“Kami datang sebagai warga negara yang menuntut keadilan. Unggahan itu sangat menyakitkan bagi kami, karena menyamakan kiai dengan dukun adalah bentuk penistaan yang tak bisa ditoleransi,” tegas Tantan Sutandi, perwakilan alumni kepada awak media.

Menurut para santri dan alumni Tantan, penyamaan antara kiai yang merupakan panutan umat dengan dukun yang identik dengan praktik klenik, adalah tindakan yang melukai nilai-nilai keislaman. Mereka menilai bahwa tindakan tersebut bukan sekadar penghinaan personal, tetapi juga serangan terhadap simbol keagamaan yang sangat dihormati masyarakat.

“Kami bukan hanya marah, kami merasa dilecehkan secara kolektif. Ini bukan soal satu orang, tapi tentang kehormatan seluruh pesantren,” tambah Tantan dengan nada tegas.

Mereka menyatakan bahwa laporan terhadap akun tersebut sebelumnya telah diajukan oleh pihak lain, namun belum ada perkembangan berarti. Bahkan, unggahan yang memicu kemarahan itu masih bertahan di media sosial, tanpa permintaan maaf ataupun klarifikasi dari pemilik akun.

“Kami beri waktu tujuh hari. Jika tidak ada proses hukum yang jelas, kami akan datang lagi dengan massa lebih besar. Kami siap mengepung Polres sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kasus ini,” ancam Tantan.

Pihak santri dan alumni juga mendesak Kapolres Kota Sukabumi agar memberikan perhatian serius terhadap kasus ini untuk mencegah konflik horizontal. Mereka mengingatkan bahwa masyarakat, khususnya umat Islam, sangat sensitif terhadap penghinaan terhadap tokoh agama.

Dalam pernyataan resmi mereka, para santri dan alumni menekankan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Mereka berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar publik lebih bijak dalam menyampaikan opini di ruang digital, terutama yang menyangkut tokoh keagamaan.***

Foto : Istimewa

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Sekda Ade Ikuti Rakornas Percepatan Verval Pembangunan Gerai KDKMP, Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi 

Bisnisnews.net - Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman...

H-2 Bulan Bebas, Napi Lapas Warungkiara Kabur dari Pondok Asimilasi

Bisnisnews.net – Ironis. Seorang warga binaan Lapas Kelas IIA...

Anton Ahmad Fauzi Gelar Reses di Ponpes Habiburohman Margahayu, Serap Aspirasi Warga Dapil 2

Bisnisnews.net – Anton Ahmad Fauzi, S.T., Anggota DPRD Kabupaten...

Seleksi Petugas Kesehatan Haji 1448 H/2027 M Resmi Dibuka, Pendaftaran 20–26 Agustus 2026

Bisnisnews.net – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia membuka...