Santriwati Sukabumi Jadi Duta Kemandirian dan Spiritualitas di Tanah Suci

Date:

Bisnisnew.snet || Sebanyak 21 santriwati lulusan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath Sukabumi akan menapaki perjalanan istimewa ke Tanah Suci, bukan hanya sebagai peziarah, tetapi sebagai pelayan umat dan simbol kemandirian perempuan muda Indonesia di jantung peradaban Islam dunia.

Para santri tersebut akan menjalani tugas mulia di Masjidil Haram, Mekkah dan Masjid Nabawi, Madinah, sebagai bagian dari program pelatihan kerja (job training) keagamaan. Mereka akan membantu operasional masjid, mulai dari kebersihan, administrasi, hingga pelayanan jemaah haji dan umrah.

Menurut pimpinan Ponpes, KH Fajar Laksana, keberangkatan para santriwati ini bukan sekadar pengiriman tenaga kerja, melainkan representasi nilai-nilai pesantren dalam kehidupan nyata.

“Mereka membawa misi ganda: ibadah dan pengabdian. Tapi lebih dari itu, mereka membawa wajah Islam Indonesia yang santun, terdidik, dan siap bersaing secara global,” ujarnya, Jumat (25/7/2025).

KH Fajar menyebut, proses seleksi sangat ketat. Santri harus memiliki akhlak terpuji, kedisiplinan ibadah, hafalan Al-Qur’an, serta keterampilan bahasa Arab dan Inggris. Mereka juga dilatih menggunakan peralatan modern yang digunakan dalam pengelolaan masjid berskala internasional.

“Ini bukan tentang mencari kerja di luar negeri, tapi tentang melatih jiwa kepemimpinan spiritual dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari komunitas global umat Islam,” tambahnya.

Uniknya, mereka juga mendapat ruang untuk terus menimba ilmu agama di tempat paling suci umat Muslim. Bahkan, beberapa di antaranya melanjutkan tahfidz di depan Ka’bah sambil tetap menjalankan tugas.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengapresiasi langkah inovatif pesantren ini, yang dinilai berhasil memadukan pendidikan karakter, keterampilan, dan peluang ekonomi berbasis syariah.

“Kita tidak hanya bicara soal angka pengangguran yang turun, tapi bagaimana anak-anak muda kita diberdayakan dengan cara yang bermartabat. Mereka jadi teladan, bukan hanya untuk Sukabumi tapi juga bangsa ini,” ungkap Bobby.

Lebih dari 50 santri Ponpes Dzikir Al Fath tercatat sudah menjadi bagian dari program ini sejak beberapa tahun terakhir. Dengan jejak spiritual, intelektual, dan sosial yang mereka tinggalkan di Tanah Suci, keberadaan mereka menjadi bukti nyata bahwa pesantren bukan sekadar tempat belajar agama, tetapi juga kawah candradimuka pemimpin masa depan.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Guyuran Hujan Tak Halangi, Puluhan Ribu Penonton Padati Aksi Band Perunggu di Sukabumi

Bisnisnews.net || Salahsatu Gorup musik  papan atas Indonesia "Band...

Resah Ormas Anti-Kebinekaan, Warga Bandung Pasang Spanduk Tolak Intoleransi

Bisnisnews.net || Bertebaran spanduk penolakan warga terhadap organisasi intoleran...

CFD HUT ke-112 Kota Sukabumi Ramai, Warga Padati Jalan Ahmad Yani Sejak Pagi

Bisnisnews.net || Suasana Car Free Day (CFD) dalam rangka...

Dari Dapur Kecil di Sukabumi, Christian Menjaga Rasa Lewat Bacang Berbalut Daun Hanjuang

Bisnisnews.net || Aroma khas langsung menyapa begitu memasuki sudut...