Islamic Book Fair Warnai Gebyar Muharam 1447 H, Alun-Alun Kota Sukabumi Jadi Pusat Literasi Umat

Date:

Bisnisnews.net || Alun-Alun Kota Sukabumi berubah menjadi pusat peradaban Islam yang dinamis dengan digelarnya Islamic Book Fair dan Gebyar Muharam 1447 H, Minggu (6/7/2025). Kegiatan ini menjadi penanda penting bahwa ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai arena tumbuhnya semangat literasi dan spiritualitas.

Diprakarsai oleh Pemerintah Kota Sukabumi bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung, kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki dan dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana serta jajaran tokoh masyarakat, ulama, dan kalangan pelajar.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ayep Zaki menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk mengisi ruang-ruang kota dengan aktivitas yang mencerahkan. “Hari ini kita membuktikan bahwa Alun-Alun bukan hanya tempat berkumpul, tapi juga tempat belajar, tempat membangun jiwa, dan tempat menyatukan umat,” ujar Ayep.

Ia menambahkan, hadirnya Islamic Book Fair di jantung kota menjadi bukti bahwa literasi Islam masih sangat relevan dan dibutuhkan dalam menjawab tantangan zaman. “Kita tidak sedang membangun acara, kita sedang membangun peradaban. Kita ingin Alun-Alun jadi taman ilmu, taman silaturahmi, dan taman dakwah,” lanjutnya.

Sebagai rangkaian utama, Islamic Book Fair 2025 menghadirkan berbagai penerbit buku Islam, bedah buku, diskusi publik, hingga bazar pendidikan. Universitas Muhammadiyah Sukabumi turut ambil bagian dengan menyerahkan wakaf 1.000 mushaf Al-Qur’an kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Selain itu, diserahkan pula santunan kepada anak-anak yatim dari 33 kelurahan sebagai wujud nyata kepedulian sosial umat Islam.

Gebyar Muharam dan Islamic Book Fair ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Para pengunjung tidak hanya menikmati atmosfer religius, tetapi juga terlibat dalam interaksi intelektual yang memperkaya wawasan keislaman.

Wali Kota Ayep menekankan pentingnya menjadikan ruang publik sebagai “laboratorium kebudayaan” yang membangun karakter warga. “Kalau dulu alun-alun hanya tempat lalu lalang, sekarang kita isi dengan ilmu dan nilai. Inilah wajah baru Sukabumi: religius, cerdas, dan terbuka,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa membangun kota tidak cukup dengan infrastruktur fisik semata, tapi juga membutuhkan infrastruktur sosial dan spiritual. “Kesejahteraan lahir itu penting, tapi kedamaian batin jauh lebih penting. Dan semua itu bisa tumbuh dari kegiatan seperti ini,” tegasnya.

Pemerintah Kota Sukabumi berharap kegiatan ini menjadi tonggak baru penguatan literasi Islam di ruang terbuka, serta menjadi role model bagi kota-kota lain dalam memadukan dakwah, edukasi, dan aktivitas publik secara harmonis.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Naik Tajam di Hari Buruh, Kini Rp2,79 Juta per Gram

Bisnisnews.net - Pergerakan harga emas batangan produksi PT Aneka...

Polres Sukabumi Kota Kawal Keberangkatan Buruh, Ojol, dan Petani ke Monas Peringati May Day 2026

Bisnisnews.net - Aparat Polres Sukabumi Kota memberikan pengamanan dan...

May Day 2026: Camat Margahayu Serukan Kolaborasi Tripartit dan Aksi Eco Walker Bandung Bedas

Bisnisnews.net - Pemerintah Kecamatan Margahayu memperingati May Day 2026...

May Day 2026: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Dorong Disnakertrans Konsisten Lindungi Buruh

Bisnisnews.net || Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Usep, hadir...