Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat sistem layanan sosial berbasis kelembagaan dalam rangka melindungi dan memberdayakan anak-anak yang berada dalam kondisi rentan. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah penyaluran hibah kepada 27 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang dilaksanakan pada Kamis (3/7/2025), di Ruang Utama Balai Kota.
Namun di balik seremoni penyerahan bantuan, terdapat gagasan besar yang ingin ditegaskan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki — bahwa penanganan masalah sosial tidak bisa dilakukan secara sporadis dan seremonial, melainkan harus melalui pendekatan sistemik dan berkelanjutan.
“Kita harus bangun sistem layanan sosial yang tidak hanya berjalan selama saya menjabat, tetapi bisa menjadi warisan jangka panjang untuk melayani masyarakat dengan kualitas terbaik,” ujar Ayep Zaki.
Wali Kota menilai bahwa pembangunan sistem perlindungan sosial yang solid memerlukan sinergi antara kebijakan, sumber daya fiskal, dan kekompakan antar-pemangku kepentingan. Karena itu, ia menargetkan dua hingga tiga tahun ke depan sebagai periode konsolidasi dalam membenahi berbagai sektor, termasuk sosial, secara menyeluruh.
“Kami sedang memperkuat kapasitas fiskal daerah agar bisa menopang program-program konkret. Karena pelayanan sosial tidak boleh bergantung pada niat baik saja, tapi harus didukung anggaran yang memadai,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen, termasuk pengelola LKSA, untuk membangun kolaborasi yang kuat dan saling mendukung, serta mendoakan keberkahan bagi kota yang tengah berjuang memperkuat fondasi kesejahteraannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Fajar Rajasa, menegaskan bahwa bantuan hibah tahun ini diberikan kepada 27 lembaga yang dinyatakan layak berdasarkan hasil evaluasi dan verifikasi yang ketat. Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas sekaligus mendorong peningkatan kapasitas lembaga penerima.
“Kami berharap ke depannya nilai bantuan bisa meningkat, dan yang lebih penting, kolaborasi yang terbangun bisa melahirkan inovasi dalam pengasuhan anak,” jelas Fajar.
Penyaluran hibah ini menjadi salah satu elemen dari strategi besar Pemerintah Kota Sukabumi untuk memperkuat social safety net bagi anak-anak yang berada di luar pengasuhan keluarga inti. Diharapkan, ke depan LKSA tidak hanya menjadi tempat perlindungan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan karakter, pendidikan, dan masa depan generasi muda Sukabumi.***(RAF)
Editor : M. Nabil