Bisnisnews.net || Di balik kebutuhan darah yang terus meningkat setiap tahunnya, terdapat sosok-sosok luar biasa yang bekerja dalam diam: para pendonor darah sukarela. Dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2025 yang digelar di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Sabtu (28/6/2025), keberadaan mereka mendapat sorotan dan apresiasi khusus.
Acara puncak ini dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, bersama Ketua PMI Kota Sukabumi, unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, serta puluhan pendonor aktif yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penyelamatan nyawa.
“Pendonor darah adalah pahlawan kemanusiaan. Mereka tidak menuntut imbalan, tetapi terus menyumbangkan bagian dari dirinya demi orang lain yang bahkan belum tentu mereka kenal,” ujar Wakil Wali Kota dalam sambutannya.
Mengangkat tema “20 Tahun Merayakan Donor Darah: Terima Kasih, Pendonor!”, kegiatan ini menjadi panggung penghormatan bagi mereka yang telah berkontribusi secara rutin menjaga ketersediaan darah di Kota Sukabumi.
Pada kesempatan itu, sejumlah pendonor veteran menerima piagam penghargaan secara simbolis sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Kota Sukabumi dan PMI atas dedikasi mereka. Banyak di antara mereka yang telah mendonorkan darah puluhan kali selama bertahun-tahun.
Menurut Ketua Panitia HDDS 2025, Taufik Hidayat, sepanjang rangkaian kegiatan yang berlangsung dari 17 hingga 26 Mei lalu, berhasil terkumpul 253 labu darah. Jumlah ini tak hanya menjadi pencapaian statistik, tetapi juga representasi nyata dari solidaritas sosial warga Sukabumi.
Taufik juga menyampaikan keprihatinan atas kebutuhan darah yang tinggi untuk pasien-pasien talasemia, khususnya anak-anak. “Kami berharap lebih banyak pendonor tetap, karena kebutuhan darah ini bukan musiman, tapi berkelanjutan,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bobby Maulana menegaskan bahwa peran pendonor darah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem ketahanan kesehatan daerah. Pemerintah Kota, kata dia, berkomitmen memperluas jangkauan kampanye donor darah, termasuk menyasar sekolah dan komunitas generasi muda.
Donor darah kini tidak lagi dilihat hanya sebagai kegiatan medis, tetapi sebagai gerakan sosial dan budaya solidaritas yang memperkuat jalinan kemanusiaan antarwarga. Melalui momentum HDDS 2025, Sukabumi menegaskan bahwa pahlawan masa kini bukan hanya mereka yang bertempur di medan laga, tetapi juga mereka yang setia mendonorkan harapan dalam setiap tetes darah.***(RAF)
Editor : M. Nabil