Oleh : AM Soleh/Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak, Kalbar
Pendahuluan
Bisnisnews.net || Tidak terasa beberapa hari kedepan kita akan memasuki bulan Muharram (Tahun Baru Hijriyah) dan masuk pada tahun ke- 1447 hijriah. Momentum tahunan yang mengingatkan kita pada pondasi sejarah maha dahsyat, yaitu peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.
Usia Rasulullah pada saat hijrah ke Madinah adalah 53 tahun. apabila kita jumlahkan 53 tahun ditambah 1447 tahun dari peristiwa hijrah sampai sekarang, maka tahun baru yang akan datang adalah Tepat 1500 tahun dari kelahiran yang mulia Rasulullah SAW.
Fakta ini -Tahun ke 1500 dari kelahiran Nabi- harusnya membuat kita semakin eling dan waspada karena kita sudah berada di fase akhir zaman. Kita mesti semakin berhati-hati dan senantiasa berusaha memperbaiki diri -apakah kita sebagai individu, Kelompok, bahkan sebagai sebuah bangsa dan Negara- untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu, dan di sisi lain kita mempersiapkan hari esok yang lebih baik lagi.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan menghadapi tahun 1447 Hijriyah, mari kita lihat prediksi Abu Ma’syar al-Falaki yang dapat membantu kita memahami peluang dan tantangan yang mungkin datang.
PREDIKSI ABU MA’SYAR AL-FALAKI
Tentang pergantian tahun, Abu Ma’syar al-Falaki (787 M) telah melakukan riset berdasarkan log book yang terdapat di kekhilafahan Abbasiyah, ia mengamati peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia selama ratusan tahun, dari penelitian nya itu lahirlah tentang siklus tahunan. Hal apa saja yang berpotensi terjadi pada setiap tahun berdasarkan siklus hari yang tujuh. (Lihat Zodiak anda menurut Astrologi Arab; Irwan Winardi)
Jika kita lihat di Kalender, Muharram 1447 hijriyah tahun ini akan jatuh pada hari Jum’at bertepatan dengan 27 Juni 2025. Di dalam Kitab Abu Ma’syar al-Falaki disebutkan, Jika 1 Muharram jatuh pada hari Jum’at Bintangnya adalah Zuhroh (venus). Ini menunjukan Pada tahun ini berpotensi akan terjadi:
1. Keguyuban di masyarakat dan hidup dalam kelapangan hati dan saling Mengasihi.
2. Penguatan Pemerintahan, saling membantu dan bergotong-royong antara ulama, umaro, dan masyarakat, sehingga terjadi kemakmuran.
3. Sungai-sungai airnya mengalir normal.
4. Para pedagang banyak yang untung.
5. Pada tahun ini juga muncul banyak para seniman baik laki-laki maupun perempuan.
6. Pada awal tahun masyarakat hidup dalam kemewahan sehingga mereka terlena dan berfoya-foya sehingga terjadi azab Allah berupa kerusakan diturunkan kepada mereka.
7. Pada akhir tahun banyak orang yang bertaubat dan kembali kejalan kebenaran, sehingga keadaan kembali menjadi makmur.
8. bagi mereka yang tidak mau taubat keadaan mereka tetap dalam kesengsaraan saling bermusuhan.
9. Pada Tahun ini akan terjadi beberapa pertempuran (karena adanya permusuhan antara Zuhal dan Zuhroh pada bait kehormatannya). yang kemudian akan diikuti dengan:
a. Perdamaian (gencatan senjata).
b. banyak timbul wabah penyakit.
(Abu Ma’syar al-Falaki, hal: 3-4)
Tentu ini hanyalah sebuah Prediksi, karena Kepastian hanya Milik Allah SWT. Ini tak ubahnya seperti prakiraan cuaca yang fungsi keberadaannya nya bukan untuk diyakini, tapi untuk dijadikan sebagai sarana antisipasi, sebagai bentuk tawakal dan hati-hati. Misalnya jika besok terprediksi hujan, maka apabila keluar rumah bawalah payung supaya kita selamat dari basah kuyup jika terjadi hujan.
Persis seperti apa yang telah terjadi pada kisah nabi Yusuf dan raja Mesir yang mengambil sikap Antisipasif dari ramalan tafsir mimpi sang raja. Bahwa akan terjadi 7 tahun surplus dan 7 tahun paceklik. Dan langkah antisipasi nabi Yusuf yang berawal dari ramalan mimpi raja itu telah menyelamatkan seluruh rakyat di negeri Mesir pada waktu itu dari ancaman 7 tahun kelaparan.
Kesimpulan
Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa prediksi Abu Ma’syar al-Falaki tentang tahun baru Hijriyah 1447 H memberikan kita kesempatan untuk merefleksikan diri dan mempersiapkan diri menghadapi peluang dan tantangan yang mungkin datang. Apakah kita akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi lebih baik dan lebih siap menghadapi masa depan? Mari kita jadikan prediksi ini sebagai sarana antisipasi dan motivasi untuk meningkatkan diri dan berkontribusi pada masyarakat.***
Foto : Istimewa
Editor : M. Nabil
(Aab)