Pesan Langit : Teologi Bangunan

Date:

Oleh : Ibang Lukmanurdin/ Mahasiswa S3 UIN SGD Bandung, Prodi Filsafat Agama

Bisnisnews.net || عن أَبي موسى رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((المُؤْمِنُ للْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا)) وشبَّكَ بَيْنَ أصَابِعِهِ. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Musa r.a., Katanya:
“Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Seorang mu’min terhadap mu’min yang lain itu adalah sebagai bangunan yang sebahagiannya   mengukuhkan kepada bahagian yang lainnya,” dan beliau s.a.w.
menjalinkan antara jari-jarinya.”
(Muttafaq ‘alaih)

Imam al-Qurthubi berkata sebagai berikut:
“Apa yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w. Itu adalah sebagai suatu tamsil perumpamaan yang isi kandungannya adalah menganjurkan dengan sekeras-kerasnya agar seorang mu’min itu selalu memberikan pertolongan kepada sesama mu’minnya, baik pertolongan apapun sifatnya (asal bukan yang ditujukan untuk sesuatu kemungkaran), Ini adalah suatu perintah yang dikukuhkan yang tidak boleh tidak, pasti dilaksanakan.

Perumpamaan yang dimaksudkan itu adalah sebagai suatu bangunan yang tidak mungkin sempurna dan tidak akan berhasil dapat dimanfaatkan atau digunakan, melainkan wajiblah yang sebagian dari bangunan itu mengukuhkan dan erat-erat saling pegang-memegang dengan yang bahagian lain.

Jikalau tidak demikian, maka bahagian-bahagian dari bangunan itu pasti berantakan sendiri-sendiri dan musnahlah apa yang dengan susah payah didirikan.

Begitulah semestinya kaum Muslimin dan mu’minin antara yang seorang dengan yang lain, antara yang sekelompok dengan yang lain, antara yang satu bangsa dengan yang lain.

Masing-masing tidak dapat berdiri sendiri, baik dalam urusan keduniaan, keagamaan dan keakhiratan, melainkan dengan saling tolong-menolong, bantu-membantu serta kukuh-mengukuhkan.

Manakala hal-hal tersebut di atas tidak dilaksanakan baik-baik, maka jangan diharapkan munculnya keunggulan dan kemenangan, bahkan sebaliknya yang akan terjadi, yakni kelemahan seluruh ummat Islam, tidak dapat mencapai kemaslahatan yang sesempurna-sempurnanya, tidak kuasa pula melawan musuh-musuhnya ataupun menolak bahaya apapun yang menimpa tubuh kaum Muslimin secara keseluruhan.

Semua itu mengakibatkan tidak sempurnanya ketertiban dalam urusan kehidupan duniawiyah, juga urusan diniyah (keagamaan) dan ukhrawiyah.
Malahan yang pasti akan ditemui ialah kemusnahan, malapetaka yang bertubi-tubi serta bencana yang tiada habis-habisnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk saling menolong dalam berbuat kebaikan yaitu kebajikan, dan meninggalkan hal-hal yang mungkar:
Hai ini dinamakan ketakwa­an.
Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang mereka bantu-membantu dalam kebatilan serta tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan hal-hal yang diha­ramkan.

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan Tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”
(Al-Maidah: 2).***

Foto : Istimewa

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Progres Jalan Penghubung Mekarjaya-Waluran Lewat TMMD ke-130 Capai 35 Persen

Bisnisnews.net - Pengerjaan jalan penghubung Desa Mekarjaya dan Desa...

Loker Terbaru di Sukabumi! PT Glostar Indonesia Buka 6 Posisi, Daftar Mulai Hari ini

Bisnisnews.net - Kabar baik bagi pencari kerja di Sukabumi...

Dinilai Satu-satunya Menteri Berkinerja Menonjol, Amran Sulaiman Bawa Pertanian Cetak Rekor

Bisnisnews.net - Kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencuri...

Ratusan Ribu BPJS PBI Terancam Nonaktif, Dewan PKS Usul Dana Cadangan Pilkada Rp120 Miliar Dipakai Talangi Iuran

Bisnisnews.net - Ancaman nonaktifnya ratusan ribu peserta BPJS Kesehatan...