Penyadapan Presiden Tindakan Makar, PPJNA 98, DTI Jabar dan Ulama Desak Prabowo Bersihkan Jaringan Sindikatnya

Date:

Bisnisnews.net – Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98) bersama elemen ulama menyatakan sikap tegas bahwa dugaan tindakan penyadapan terhadap kepala negara merupakan nyata-nyata bentuk tindakan makar yang mengancam kedaulatan pertahanan dan stabilitas politik nasional.

Oleh karena itu, seluruh elemen rakyat didesak untuk bersatu merapatkan barisan dalam Persatuan Nasional demi mendukung Presiden Prabowo Subianto sebagai Panglima Tertinggi TNI dalam mengambil tindakan hukum yang tegas.

“Penyadapan terhadap kepala negara adalah ancaman serius terhadap pertahanan negara. Kami meminta Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI segera memerintahkan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung untuk membongkar, mengejar, dan menangkap jaringan makar ini hingga ke akarnya,” ujar Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, dalam pernyataan sikap bersama di Bogor, Jumat (06/11/2026).

Pernyataan sikap bersama tersebut ditandatangani dan disampaikan langsung oleh tokoh-tokoh kunci, antara lain Ketum PPJNA 98 Anto Kusumayuda, Sekjen PPJNA 98 Abdul Salam Nur Ahmad, Aktivis 98 Bandung sekaligus Ketua Dewan Tani Indonesia (DTI) Jawa Barat Yosep Bahtiar, dan KH Yudi Suryadikrama dari Majelis Sholawat Cahaya Nusantara.

Pembersihan Sel Jaringan Sindikat Makar

Sekjen PPJNA 98, Abdul Salam Nur Ahmad, menekankan pentingnya stabilitas politik internal di tengah upaya pemerintah menjalankan roda pembangunan. Menurutnya, sel-sel jaringan sindikat makar yang disokong oleh oligarki hitam dan agen kepentingan asing diduga telah menyusup ke berbagai lini strategis.

“Jaringan makar ini harus dibersihkan, baik yang berada di dalam lingkungan pemerintahan Kabinet Merah Putih, internal TNI, Polri, ketua umum partai politik, tubuh BUMN, hingga tingkat gubernur. Semua yang terlibat harus ditindak tegas dan diproses hukum tanpa pandang bulu,” kata Abdul Salam.

Sementara itu, Ketua DTI Jawa Barat Yosep Bahtiar menambahkan bahwa kedaulatan pangan dan kesejahteraan rakyat hanya bisa dicapai jika stabilitas politik dan keamanan nasional terjaga dari rongrongan kepentingan asing yang memanfaatkan kaki tangan di dalam negeri.

Dukungan Spiritual untuk Keselamatan Negeri

Selain pendekatan hukum dan pertahanan yang tegas, para aktivis dan ulama menilai benteng spiritual menjadi instrumen krusial bagi keselamatan bangsa. Pimpinan Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, KH Yudi Suryadikrama, mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim, untuk memberikan dukungan spiritual dan doa bersama secara masif.

“Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar memberikan kekuatan lahir batin, kesehatan, serta perlindungan terbaik bagi Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin negara dan membentengi NKRI,” tutur KH Yudi.

Ia menutup pernyataan dengan harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberkahi, dilindungi, serta diselamatkan dari segala ancaman perpecahan. “Amiin Ya Rabbal Alamin,” pungkasnya.***

Editor: M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dukung Inovasi Hati Bersemi Dinkes, Ketua DPRD Sukabumi: Sehat Tanggung Jawab Kita Bersama

Bisnisnews.net - Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali,...

11.756 Botol Miras dan 42 Ribu Jiwa Terselamatkan, DPRD Sukabumi: Jangan Hanya Seremonial, Putus Mata Rantainya!

Bisnisnews.net - Aksi pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras),...

Dorong Desa Maju dan Berdaya Saing, DPMD Sukabumi Gagas Anugerah Desa Mubarakah

Bisnisnews.net - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten...

Tingkatkan Sanitasi Permukiman, 57 Keluarga di Limusnunggal Sukabumi Dapat Bantuan Septic Tank

Bisnisnews.net – Upaya memperluas akses sanitasi layak bagi masyarakat...