Bisnisnews.net Pemerintah akhirnya buka gudang. Sebanyak 380 ribu ton beras pecah yang setahun mengendap di Perum Bulog resmi dilepas ke pasaran dengan harga miring.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memastikan, beras itu dijual Rp11.000 per kg khusus untuk pelaku UMKM.
Keputusan itu diketok dalam rapat Menko Pangan dan diumumkan Zulhas di Palembang, Rabu (4/11/2026). Sasaran utamanya jelas: perajin kue dan produsen bihun rumahan.
Selama ini mereka terpaksa pakai bahan baku impor karena beras pecah lokal sulit didapat. Sekarang pemerintah ingin memutus ketergantungan itu.
“Sudah putus. 380 ribu ton beras yang satu tahun di Bulog kita lelang Rp11 ribu per kilo. Ini untuk UMKM,” tegas Zulhas.
Ia meminta pelaku UMKM langsung datangi Kantor Bulog wilayah masing-masing untuk mengakses stok tersebut.
Harga Pakan Naik, Pemerintah Lepas Jagung Rp5.500
Tak hanya beras, Zulhas juga melepas 100-150 ribu ton jagung milik Bulog untuk menyelamatkan peternak ayam.
Jagung akan dijual harga pokok Rp5.500/kg untuk UMKM peternak ayam potong dan petelur yang menjerit karena harga pakan melambung.
“Harga jagung naik, pakan naik, ayam dan telur ikut naik. Makanya stok Bulog kita jual Rp5.500 biar harga tetap terkendali,” jelasnya.
Stok Aman Sampai Juli 2027
Di sisi lain, Mentan Andi Amran Sulaiman mengklaim stok beras nasional aman sentosa. Totalnya mencapai 25 juta ton, rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Angka itu terdiri dari 10 juta ton padi yang masih di sawah, 10 juta ton di rumah tangga dan horeka, serta 4,5 juta ton di gudang Bulog.
Dengan konsumsi 2,5 juta ton per bulan, Indonesia dipastikan tidak perlu impor beras sampai Juli 2027, meski El Nino mengancam.
“Dua tahun kita swasembada tanpa impor. Stok aman, tertinggi sepanjang sejarah,” klaim Amran.
Keberhasilan itu, kata dia, berkat pompanisasi, cetak sawah baru, perbaikan irigasi, dan benih tahan kering.***
Editor: M. Nabil
(Aab)