Bisnisnews.net – Nada tegas keluar dari Menko Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Ia membuka opsi menghentikan ekspor energi ke negara yang dianggap tidak menghormati Indonesia.
Peringatan itu disampaikan Bahlil pada 22 Oktober, atau sehari setelah ia menyinggung kemungkinan tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga.
Dikutip dari TheStraitsTimes, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sehari sebelumnya meminta agar sumber daya alam dijaga dan kepentingan nasional menjadi prioritas utama.
“Saya akan melakukan evaluasi. Saya tidak akan ragu mempertimbangkan penghentian ekspor ke negara-negara yang tidak menghormati Indonesia,” kata Bahlil saat meresmikan fasilitas produksi gas di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Ketua Umum Golkar ini menyindir sikap sejumlah negara yang hanya datang saat butuh energi, namun abai soal etika bertetangga.
“Jangan datang memohon ketika membutuhkan sesuatu, tetapi saat ada persoalan lain yang sebenarnya bisa dibicarakan, justru bersikap seperti kerabat yang tidak punya tata krama. Hal seperti ini tidak kami toleransi,” tegasnya.
Meski demikian, Bahlil memastikan pintu kerja sama tetap terbuka bagi negara yang mau memposisikan Indonesia sebagai mitra setara, termasuk yang belum pernah menjalin kontrak energi dengan Jakarta.***
Editor: M. Nabil
(Aab)