Bisnisnews.net – Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan defisit APBN 2026 tetap terjaga di level Rp734,3 triliun atau 2,85% dari PDB hingga akhir tahun.
Target tersebut sesuai dengan outlook yang disampaikan pemerintah kepada Badan Anggaran DPR pada Juli 2026 lalu.
“Defisit APBN tetap di angka yang kita laporkan kepada Badan Anggaran pada Juli yang lalu, yaitu sekitar 2,85% dari PDB. Itu outlook yang kita jaga dan menjadi working agenda kita sampai dengan akhir tahun,” kata Suahasil, Selasa (20/10/2026).
Hingga 30 September 2026, APBN tercatat defisit Rp319 triliun atau 1,24% PDB, dengan pendapatan negara Rp2.341,5 triliun dan belanja negara Rp2.660,5 triliun.
Realisasi belanja hingga akhir September telah mencapai 69% dari target dan tumbuh 19% secara tahunan. Kinerja tersebut dinilai masih on track sesuai proyeksi.
Memasuki kuartal IV/2026, pemerintah akan menggenjot belanja negara hingga Rp1.300 triliun, naik dari Rp1.200 triliun pada kuartal IV/2025.
Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan peran APBN sebagai motor pertumbuhan ekonomi.
“Untuk kuartal IV ini, APBN akan belanja sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan kuartal IV/2025, yaitu Rp1.200 triliun,” ujarnya.
Belanja tersebut akan difokuskan untuk layanan publik, bansos, dan bantuan pangan guna menjaga daya beli masyarakat.
Suahasil menegaskan efisiensi bukan berarti memotong anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah belanja memberikan hasil optimal bagi perekonomian nasional.***
Editor: M. Nabil
(Aab)