Bisnisnews.net – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan karya nyata di sektor pertanian.
Hal itu disampaikan Amran dalam kuliah umum bertema Prioritas Pembangunan Pertanian dan Strategi Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan di Fakultas Pertanian UGM, Kamis (15/10/2026).
“Sukses itu di mana saja. Mau dosen, mau birokrat, mau legislatif, yudikatif, mau pengusaha. Itu tergantung karakter. Bukan suku, bukan agama, bukan perguruan tinggi. Tapi sukses siapapun berhak,” kata Amran di hadapan mahasiswa.
Mentan menilai kampus memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pertanian nasional. Penelitian dan inovasi dari perguruan tinggi harus mampu memberikan solusi konkret bagi petani dan masyarakat.
Ia mencontohkan program pengembangan sapi Belgian Blue. Pemerintah mendatangkan semen beku dari luar negeri dan mengembangkannya melalui riset di dalam negeri. Amran menegaskan semen beku tersebut harus bisa diakses gratis oleh masyarakat agar manfaatnya lebih luas.
“Saya lebih menghargai orang yang kerja nyata daripada membangun narasi tapi tidak ada hasil untuk rakyat Indonesia,” tegasnya.
Selain peternakan, Amran juga menyoroti pentingnya kemandirian kedelai. Ia mendorong Fakultas Pertanian UGM terlibat aktif dalam riset kedelai dan berencana mengembangkan budidaya kedelai seluas 2.000 hektare pada 2027 dengan melibatkan mahasiswa tingkat akhir.
“Pak Dekan, kita lanjutkan ya. Libatkan mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di lapangan akan memberikan pemahaman utuh tentang persoalan pertanian, mulai dari budidaya hingga evaluasi hasil.
Amran juga mendorong riset untuk komoditas strategis lainnya seperti susu, bawang putih, kelapa, dan kelapa sawit untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka peluang usaha baru melalui kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.***
Editor: M. Nabil
(Aab)