Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi mendorong lembaga pendidikan swasta untuk tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran, tetapi juga menyiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) DPW Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Jawa Barat “Tour of Duty 2026” Wilayah I di Aula SMA Islam Al Azhar Kota Sukabumi, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Ayep, perubahan teknologi dan dinamika kebutuhan tenaga kerja menuntut lembaga pendidikan untuk terus beradaptasi. Karena itu, perguruan swasta dinilai memiliki ruang besar untuk menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan.
“Keberadaan perguruan swasta memiliki peran strategis karena mampu menghadirkan inovasi dan pendidikan berkualitas melalui kepemimpinan, kompetensi, serta integritas para pengelolanya,” ucapnya.
Ayep juga mengajak BMPS memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah agar kebijakan serta program pendidikan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Menurut Ayep, kemampuan seperti coding dan pemahaman terhadap artificial intelligence (AI) perlu mulai mendapat perhatian sebagai bagian dari kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi.
Pemanfaatan teknologi, kata dia, juga tengah didorong dalam tata kelola pemerintahan di Kota Sukabumi. Pemerintah berupaya membangun sistem yang mampu menyajikan data secara real time, termasuk data ketenagakerjaan, stunting, kemiskinan, dan kondisi sosial masyarakat.
” Pemerintah Kota Sukabumi tengah mendorong pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan data secara real time, termasuk terkait ketenagakerjaan, stunting, kemiskinan, serta kondisi sosial masyarakat,” lanjutnya.
Ayep menilai ketersediaan data yang akurat penting dalam menentukan intervensi pemerintah. Penanganan pengangguran, kemiskinan ekstrem, hingga stunting, menurutnya, harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih tepat sasaran agar anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam bidang ketenagakerjaan, Pemkot Sukabumi juga menjalankan program peningkatan keterampilan bagi calon pekerja migran. Peserta dipersiapkan melalui proses pendidikan selama enam bulan hingga mendapatkan sertifikasi kompetensi.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti di Kota Sukabumi. Ayep ingin pola serupa dapat dikembangkan bagi lulusan SMK di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.
Menurutnya, keterhubungan antara lembaga pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja.
Ayep mengatakan, pendidikan selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupannya. Ia juga memiliki pengalaman mengelola 21 lembaga pendidikan, mulai dari PAUD, SMP, SMA, politeknik, LPK, LSP hingga LP3H.
Ia berharap pengalaman dan kolaborasi antarlembaga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.
“Pendidikan merupakan kunci dalam memutus mata rantai kebodohan, kemiskinan, pengangguran, dan stunting.”
Raker DPW BMPS Jawa Barat Wilayah I yang mencakup Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur tersebut selanjutnya dibuka secara resmi.***(RAF)
Editor: M. Nabil