Bisnisnews.net – Sebuah ketulusan sejati tidak hanya terucap lewat kata, melainkan mewujud dalam tindakan nyata yang menyentuh jiwa. Suasana duka yang mendalam menyelimuti bumi Pasundan seiring berpulangnya Kanaya Whulan (Kanaya Whu), vokalis utama grup musik Emka 9. Di tengah rintik kesedihan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan teladan moral dan spiritual yang menggetarkan hati masyarakat.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini tidak sekadar datang melayat. Mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan peci, ia ikut turun langsung memikul keranda jenazah, mengantarkan sang seniman hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Lengkong Sari, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.
Wujud Penghormatan Terakhir yang Menyentuh Jiwa
Bagi Kang Dedi Mulyadi, kematian bukanlah akhir dari sebuah cerita, melainkan gerbang spiritual menuju keabadian. Ikut memikul jenazah almarhumah ke liang lahat merupakan simbol penghormatan spiritual tertinggi dan bukti keikhlasan seorang pemimpin kepada sosok yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri.
Kanaya Whu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah berjuang dengan penuh ketabahan melawan penyakit kanker. Sejak tahun 2019, almarhumah setulus hati menghidupkan panggung-panggung kebudayaan Jawa Barat lewat lantunan lagu tradisional Sunda karya Dedi Mulyadi.
“Kami menyampaikan berita duka. Telah meninggal dunia saudari kita, sahabat kita, Teh Kanaya karena menderita kanker,” tutur Gubernur Dedi Mulyadi penuh keharuan saat penguburan, Minggu 13/09/2026.
“Semoga almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan diterima di sisi Allah SWT,” tambahnya.
“Mengalirkan Amal Jariyah Melalui “Masjid Kanaya”Ikatan spiritual yang kuat antara sang pemimpin dan seniman ini tidak berhenti di area pemakaman. Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan ketulusan almarhumah semasa hidup, Dedi Mulyadi berencana membangun sebuah tempat ibadah yang akan dinamai Masjid Kanaya.
“Saya yakin, Teh Kanaya diterima di sisi-Nya. Jika diizinkan oleh tokoh masyarakat, saya mau bangun masjid namanya Masjid Kanaya,” ungkap KDM.
Pembangunan masjid ini dipandang sebagai ikhtiar spiritual untuk mengalirkan pahala jariyah yang tidak akan pernah terputus bagi almarhumah, sekaligus pengingat bagi yang hidup tentang arti sebuah pengabdian yang tulus.***
Editor: M. Nabil
(SRM)