Dapat Lampu Hijau Prabowo, Menteri Amran Siap “Gaspol” Berantas Mafia Beras dan Bongkar Beras Fortifikasi Bodong

Date:

Bisnisnews.net – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengantongi restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menindak tegas mafia beras.

Amran menegaskan pihaknya tidak akan gentar dan siap membongkar temuan beras fortifikasi yang tidak sesuai aturan dalam waktu dekat.

Gaspol” dari Presiden Prabowo

Amran mengaku telah melaporkan persoalan mafia beras kepada Presiden Prabowo.

“Kami lapor Bapak Presiden, ‘Ini mafia beras, gimana Bapak Presiden?’ Beliau bilang gaspol. ‘Siap, terima kasih Bapak Presiden’,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9).

Menurut Amran, perintah Presiden membuatnya harus bertindak tegas demi keselamatan negara.

“Itu perintah Bapak Presiden. Kami tidak boleh gentar. Kami tidak diskusi di ruang yang tidak penting, tapi kami lebih mementingkan keselamatan negara, keselamatan Republik Indonesia, harus hitam putih kalau negara dan itu perintah Presiden,” tegasnya.

93% Sampel Beras Fortifikasi Tidak Sesuai

Selain mafia beras, Bapanas juga menemukan kejanggalan pada beras fortifikasi. Amran menyebut pihaknya akan membongkar temuan ini karena “konglomerat tidak boleh masuk” ke ruang ekonomi rakyat kecil.

“Kami juga laporkan (temuan beras fortifikasi) insya Allah kami bongkar karena harusnya beras, konglomerat tidak boleh masuk. Kenapa? Ini ruang ekonomi rakyat kecil. Beras itu adalah barang subsidi,” ujarnya.

Hasil pengujian laboratorium yang dilakukan Bapanas pada April 2026 di wilayah Jakarta menunjukkan fakta mengejutkan. Dari total sampel yang diperiksa, 93 persen tidak memenuhi ketentuan untuk mencantumkan klaim sebagai beras fortifikasi maupun beras diperkaya zat gizi.

Pengawasan ini telah mencakup 178 sampel beras fortifikasi di 11 provinsi. Temuannya meliputi ketidaksesuaian pada pelabelan, mutu, hingga kandungan gizi produk.

Harga Selangit, Isi “Timah Besi”

Amran mengecam praktik penipuan berkedok beras bergizi. Ia mencontohkan ada produk yang dijual Rp56 ribu per kilo, padahal harga beras normalnya Rp13 ribu – Rp20 ribu.

“Kami hajar! Kami pertaruhkan segalanya, sudah siap lahir batin. Beras fortifikasi, dia jual Rp56 ribu satu kilo, padahal harganya Rp13 ribu dan ini sudah masuk lab. Rp20 ribu dijualkan. Rp40 ribu satu kilo. Rp56 ribu dijualkan. Di labelnya (ibarat) ini emas padahal di dalamnya adalah timah besi, besi berkarat,” ujar Amran.

Ia menghitung, jika selisih Rp30 ribu dikali 10 ton dalam satu truk, maka keuntungan ilegal bisa mencapai Rp300 juta.

“Untungnya itu kalau Rp30 ribu dikali 10 ton itu Rp300 juta, satu truk. (Jadi) ini sudah fiks. Insya Allah minggu depan kami umumkan,” katanya.

Demi Generasi Masa Depan

Amran menilai praktik ini tidak bisa dibiarkan karena merugikan masyarakat dan mengancam ketahanan pangan nasional.

“Kalau terus menerus seperti ini, kapan kita Republik ini menikmati negaranya? (Tapi) ada mafia. Tolong saya didukung. Saya ledakkan. Saya pertaruhkan segalanya, demi merah putih, demi ummat,” tegasnya.

Ia juga kembali mengonfirmasi restu Presiden. “Ini perintahnya beliau (Presiden Prabowo), Pak saya lanjut atau tidak? Beliau jawab lanjutkan. Apa pun risikonya, kita harus jaga generasi kita, generasi yang akan datang,” jelas Bos Bapanas itu.

Bapanas memastikan akan terus melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan kesesuaian antara klaim di kemasan dengan kandungan aktual produk beras yang beredar di masyarakat.***

Editor: M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

80.000 Unit Fasilitas Kopdes Merah Putih Dibeli Borongan, Barang Dititip di Kodim Karena Baru 30% yang Berdiri

Bisnisnews.net - PT Agrinas Pangan Nusantara mengakui telah membeli...

Bapperida Manfaatkan Sukabumi Expo 2026 Perkenalkan Arah Pembangunan dan Potensi Daerah

Bisnisnews.net - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah...

Jejak Hatta-Sjahrir Dihidupkan, Pemkot Sukabumi Bidik Wisata Sejarah

Bisnisnews.net — Upaya menghidupkan kembali jejak sejarah perjuangan bangsa...

Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir di Sukabumi Resmi Jadi Museum, Jejak Perjuangan Kini Dibuka untuk Publik

Bisnisnews.net — Sebuah bangunan di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh,...