Bisnisnews.net – PT Agrinas Pangan Nusantara mengakui telah membeli 80.000 unit fasilitas untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dalam skema borongan. Padahal hingga saat ini baru sekitar 30% Kopdes yang benar-benar berdiri.
Akibatnya, ribuan barang seperti kipas, AC, hingga perabotan lainnya belum bisa didistribusikan dan terpaksa dititipkan di kantor TNI, tepatnya di Kodim setempat.
“Iya, di Kodim, ditaro di situ semua,” ujar Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota, Kamis (9/9/2026).
Alasan Beli Borongan: Lebih Murah dan Hemat Waktu Produksi
Joao menjelaskan pembelian dilakukan sekaligus untuk 80.000 unit sesuai target pembentukan Kopdes Merah Putih. Alasannya, proses produksi barang-barang tersebut membutuhkan waktu berbulan-bulan.
“(dan) Harga barang yang kita belinya lebih murah. Bikin barang ini kan perlu ber bulan-bulan,” kata Joao.
Dengan skema borongan, Agrinas berharap harga bisa ditekan dan barang sudah siap ketika Kopdes sudah terbentuk di seluruh desa.
Baru 30% Kopdes Berdiri, Barang Menumpuk
Namun realitanya, baru 30% dari target Kopdes yang sudah berdiri dan beroperasi. Sementara sisanya belum terbentuk.
Karena belum ada penerima, seluruh fasilitas yang sudah dibeli akhirnya dititipkan sementara di Kodim di masing-masing wilayah agar aman dan tidak menumpuk di gudang.
Kebijakan ini menimbulkan sorotan karena dianggap membeli barang dalam jumlah besar tanpa menunggu kepastian kesiapan Kopdes di lapangan.
Hingga kini, Agrinas belum merinci kapan sisa 70% Kopdes akan rampung berdiri dan fasilitas bisa mulai disalurkan ke desa-desa.***
Editor: M. Nabil
(Aab)