Antisipasi Abu Vulkanik, Pemkot Sukabumi Distribusikan 6.000 Masker

Date:

Bisnisnews.net – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota Sukabumi. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan setempat memperkuat langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Sebanyak 6.000 masker disiapkan dan dibagikan secara gratis kepada warga di sejumlah lokasi yang menjadi titik aktivitas masyarakat.

Pembagian masker dilakukan di tiga lokasi, yakni kawasan depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, depan Balai Kota Sukabumi, serta Bundaran Tugu Adipura.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat abu vulkanik dapat memberikan dampak terhadap kesehatan apabila terhirup atau mengenai tubuh dalam jumlah berlebihan.

“Ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan. Hari ini kami membagikan sebanyak 6.000 masker di tiga titik,” kata Ida saat ditemui di depan Balai Kota Sukabumi, Senin (7/9/2026).

Meski belum menemukan adanya laporan warga yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA akibat paparan abu vulkanik, Dinkes tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi sebaran abu vulkanik masih terjadi.

Ida menjelaskan, abu vulkanik memiliki partikel yang berbeda dengan debu pada umumnya. Kandungan silika di dalamnya berpotensi mengganggu sistem pernapasan, terlebih jika terhirup dalam jumlah banyak.

Tak hanya saluran pernapasan, paparan abu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit, terutama bagi masyarakat yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi.

Untuk itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan perlindungan tambahan. Selain masker, warga dianjurkan mengenakan pakaian berlengan panjang serta kacamata untuk mengurangi kontak langsung dengan partikel abu.

“Dampaknya bisa ke saluran pernapasan, mata, maupun kulit. Karena partikelnya sangat kecil, masyarakat yang beraktivitas di luar sebaiknya menggunakan pakaian panjang dan kacamata,” ujarnya.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul setelah terpapar abu vulkanik.

Warga yang mengalami keluhan seperti gangguan pernapasan, iritasi mata, atau gangguan pada kulit diminta segera memeriksakan kondisi ke fasilitas kesehatan terdekat.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Sekolah di Kota Sukabumi Beralih ke PJJ Imbas Abu Vulkanik

Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi menerapkan pembelajaran jarak jauh...

Manfaatkan Tren Kuliner Viral, Tomy Raup Cuan Lewat Jajanan Cheese Coin di Pasar Malam Hari Jadi Sukabumi

Bisnisnews.net - Keramaian gelaran pasar malam dalam rangka Hari...

Manfaatkan Hasil Main di Liga 4 Piala Presiden, Aden Alfarizi Buka UMKM Kios Perlengkapan Olahraga di Palabuhanratu

Bisnisnews.net - Berawal dari jualan secara daring semasa SMA,...

DP3A Sukabumi Dorong Anak Bebas Berekspresi, Kesetaraan Dimulai dari Keluarga

Bisnisnews.net – Upaya membangun pemahaman tentang kesetaraan gender terus...