Dampak Erupsi Anak Krakatau, Warga Kota Sukabumi Keluhkan Pandangan Terganggu

Date:

Bisnisnews.net – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mendapat perhatian warga Kota Sukabumi. Material berupa debu yang menempel pada kendaraan dikeluhkan karena membuat kaca kendaraan kotor dan mengurangi kenyamanan saat berkendara.

Rian, salah seorang warga, mengatakan kondisi tersebut diketahuinya saat memeriksa mobil yang sebelumnya diparkir di luar rumah. Pada Minggu (6/9/2026) pagi, ia mendapati permukaan kendaraan dipenuhi material yang sebelumnya dikira hanya debu biasa.

“Sejak kemarin malam sih saya rasa. Pas pagi-pagi ngecek mobil kan ditaruh di luar, ternyata itu abu vulkanik, mobil lain juga sama,” ujar Rian.

Menurutnya, persoalan tidak hanya membuat kendaraan terlihat kotor. Material yang menempel pada kaca juga membuat pandangan pengemudi menjadi kurang jelas.

“Mengganggu pandangan. Terutama ya visibilitas pandangan,” katanya.

Rian sempat mencoba membersihkan kaca menggunakan wiper. Namun, langkah tersebut belum mampu menghilangkan material secara maksimal.

“Sementara kemarin tadi pakai wiper karena belum sempat dicuci. Enggak (efektif) sih, tetap masih sulit,” lanjutnya.

Kondisi tersebut sejalan dengan kewaspadaan yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi terkait potensi dampak sebaran abu vulkanik.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Joseph Sabarudin, menjelaskan bahwa dampak abu vulkanik sangat bergantung pada kondisi erupsi serta arah dan kecepatan angin. Jika terbawa hingga wilayah Sukabumi, abu dapat memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang.

Paparan abu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan serta memicu gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara.

Selain itu, abu berpotensi mengotori kendaraan, bangunan, tanaman maupun fasilitas umum. Dalam kondisi sebaran abu yang cukup pekat, aktivitas warga hingga transportasi juga dapat terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat Kota Sukabumi untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Potensi dampak abu vulkanik sangat dipengaruhi oleh kondisi erupsi dan arah angin,” kata Joseph.

Untuk mengantisipasi paparan abu, BPBD meminta masyarakat mengenakan masker dan kacamata pelindung ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga juga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah apabila terjadi hujan abu.

Pintu, jendela serta ventilasi rumah disarankan ditutup ketika abu mulai masuk ke lingkungan permukiman. Warga juga diminta melindungi makanan dan sumber air dengan menutup tempat penyimpanannya.

Apabila abu mengenai mata, masyarakat diimbau tidak menguceknya. Mata dapat dibilas secara perlahan menggunakan air bersih.

Kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia juga diminta mendapat perhatian lebih selama kondisi udara terdampak.

Di sisi lain, Gunung Anak Krakatau hingga Minggu (6/9/2026) masih berada pada Level III atau Siaga. Berdasarkan pemantauan PVMBG, episode erupsi menerus yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB berakhir pada Minggu pukul 00.04 WIB.

Meski episode erupsi menerus telah berakhir, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih dinyatakan aktif. PVMBG juga menilai kemungkinan terjadinya erupsi kembali dalam waktu dekat masih tinggi.

Potensi bahaya yang masih perlu diwaspadai meliputi lontaran material pijar, hujan abu dengan intensitas tinggi, serta aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi. Masyarakat, wisatawan dan pendaki juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Joseph menegaskan BPBD Kota Sukabumi terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan dampak erupsi.

Pemantauan dilakukan terhadap kondisi atmosfer, kualitas udara serta dampak yang mungkin muncul di tengah masyarakat.

“Masyarakat kami harapkan mengikuti informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

BPBD juga meminta warga tidak panik serta tidak menyebarluaskan foto, video maupun informasi mengenai erupsi yang belum dipastikan kebenarannya.

Perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan potensi dampaknya akan terus dipantau melalui koordinasi BPBD Kota Sukabumi dengan instansi terkait.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Erupsi Anak Krakatau, KAI Pantau Perjalanan Kereta Menuju Sukabumi

Bisnisnews.net – Penumpang kereta api yang bepergian menuju Sukabumi...

Industri Tumbuh, Desa Kertaraharja Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Bisnisnews.net — Pemekaran Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi,...

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bisnisnews.net – Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi mengeluarkan himbauan...

BPBD Sukabumi Keluarkan Himbauan Darurat Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bisnisnews.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi...