Bisnisnews.net – Pondok Pesantren Terpadu Al-Istiqamah Pasirmalang, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, menggelar Khutbatul Ibtida pada Minggu 30/08/2026. Acara ini menjadi penanda berakhirnya masa inkubasi 40 hari bagi santri baru.
Sebanyak 135 siswa secara resmi diserahkan oleh orang tua kepada pihak pesantren. Penyerahan ini menandai dimulainya proses pendidikan selama 6 tahun ke depan di lingkungan PPT Al-Istiqamah.
Selama masa inkubasi, para calon santri mengikuti pembinaan intensif. Tujuannya untuk adaptasi lingkungan baru, pembentukan disiplin, dan penguatan mental sebelum masuk ke jenjang pendidikan formal di pesantren.
Setelah inkubasi selesai, seluruh santri kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Al-Istiqamah. Mereka akan tinggal, belajar, dan dibina langsung di bawah asuhan para pengasuh.
Direktur Pendidikan Yayasan Istiqamah Nusantara Sukabumi – Indonesia, KH. Asep Saepul Rohman, S.Pd, dalam sambutannya memberikan pesan langsung kepada santri baru.
“Selamat bergabung di PPT Al-Istiqamah. Kuatkan tekad, bulatkan niat agar kalian serius menimba ilmu di pondok ini,” ungkap KH. Asep.
Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan santri ada pada kesungguhan sejak hari pertama. Tekad yang kuat akan menjadi modal utama menghadapi tantangan selama 6 tahun pendidikan.
Selain kepada santri, KH. Asep juga menyampaikan pesan kepada para wali santri yang hadir. Ia meminta orang tua untuk mengikhlaskan anaknya dibina di pesantren.
“Ikhlaskan ya Bapa/Ibu semua wali santri untuk ditempa di sini. Doakan agar mereka berhasil dalam menggapai cita-citanya,” jelas KH. Asep.

Menurutnya, dukungan dan doa orang tua adalah bagian penting. Tanpa restu dan dukungan tersebut, proses pendidikan di pesantren akan menghadapi banyak kendala.
Sementara itu, Ketua Yayasan Istiqamah Nusantara Sukabumi – Indonesia, H. Sihabudin, SE, memaparkan visi besar lembaga dalam mencetak generasi penerus.
“Lembaga pendidikan ini mencetak pribadi muslim yang kuat dalam iman, takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar H. Sihabudin, SE.
Beliau menegaskan bahwa tiga pilar tersebut tidak bisa dipisahkan. Iman dan takwa menjadi pondasi, sementara ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi bekal menghadapi zaman.
H. Sihabudin juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara tiga unsur utama. Yakni wali santri, lembaga pendidikan, dan santri itu sendiri.
“Kami mengajak kepada semua pihak untuk berkolaborasi dalam mencetak santri yang memiliki karakter kuat baik secara lahiriyah maupun bathiniyah. Wali santri, lembaga dan santrinya harus satu visi, agar ada kesinambungan dalam membentuk kepribadian anak,” tegasnya.
Selama 6 tahun ke depan, para santri akan menerima materi keagamaan dan umum. Pembelajaran akan diampu oleh para Ustadz dan Ustadzah yang kompeten di bidangnya masing-masing.
Materi yang diberikan mencakup Al-Qur’an, fiqih, akhlak, bahasa Arab, serta ilmu umum seperti sains, matematika, dan teknologi. Harapannya lahir generasi yang seimbang antara kecerdasan spiritual dan intelektual.
Di akhir sambutannya, H. Sihabudin menyampaikan harapan besar kepada seluruh santri angkatan baru. Ia berharap tidak ada kendala berarti selama menempuh pendidikan.
“Kami berharap, semua santri yang sudah dinyatakan lulus dari masa inkubasi selama 40 hari di sini, selama 6 tahun tuntas tidak ada halangan suatu apapun dan sukses sesuai dengan yang dicita-citakan,” pungkas H. Sihabudin.***
Editor : M. Nabil
(Aab)