Bisnisnews.net – menjelang Muktamar ke-35 NU, dukungan terhadap sejumlah kandidat mulai menguat. Salah satunya datang dari Jaringan Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98) yang secara resmi menyatakan mendukung KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode mendatang.
Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menyebut nama Gus Kikin muncul bukan tanpa alasan. Di mata PPJNA 98, Gus Kikin dinilai punya rekam jejak yang lengkap, mulai dari mengelola pesantren, memimpin wilayah, hingga memahami kultur NU.
“Menurut kami Gus Kikin memiliki kemampuan manajerial yang baik. Beliau juga memiliki pengalaman mengelola Pesantren Tebuireng dan memimpin PWNU Jawa Timur,” ujar Anto, Rabu (26/8/2026).
Dukungan PPJNA 98 muncul di saat PWNU Jawa Timur telah lebih dulu memberikan mandat resmi kepada Gus Kikin pada Juli 2026. Saat ditanya soal kesiapannya, Gus Kikin mengaku langsung menerima tugas tersebut.
“Saya sebetulnya tidak banyak tahu apa yang akan dilakukan. Begitu masuk acara, saya langsung didaulat dan diberi tugas itu. Jadi saya harus menyiapkan diri,” ucapnya.
Bagi PPJNA 98, NU ke depan membutuhkan figur yang tidak hanya kuat secara spiritual, tapi juga cakap mengelola organisasi besar. Pengalaman Gus Kikin memimpin Pondok Pesantren Tebuireng setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid menjadi salah satu pertimbangan utama.
Kemampuan manajerial Gus Kikin juga pernah disorot Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi. Dalam pemberitaan media, Gus Fahrur menyebut Gus Kikin sebagai pemimpin pesantren besar, pengusaha, dan sosok yang mandiri.
Selain kapasitas organisasi, latar belakang keluarga Gus Kikin turut menjadi catatan. Ia merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari jalur ibu, nasabnya tersambung ke Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH Hasyim Asy’ari.
Namun PPJNA 98 menegaskan, faktor dzurriyah bukan alasan utama. Yang lebih penting adalah kompetensi.
“Kami melihat Gus Kikin bukan hanya dari sisi dzurriyah atau keturunan pendiri NU, tetapi juga dari kemampuan mengelola organisasi dan pesantren serta pengalaman memimpin PWNU Jawa Timur,” tegas Anto.
Di tingkat struktural, Gus Kikin juga sudah teruji. Ia pernah menjabat Pj Ketua PWNU Jatim sejak Januari 2024, lalu terpilih definitif untuk periode 2024-2029. Pengalaman memimpin wilayah terbesar NU itu dinilai relevan untuk skala nasional.
Gus Kikin sendiri sudah menyampaikan arah gagasan jika dipercaya memimpin. Ia ingin mengembalikan NU pada Qanun Asasi sebagai ruh organisasi. Menurutnya, NU akan kuat jika ukhuwah dijaga dan organisasi tidak terjebak pada kepentingan pribadi.
Nama Gus Kikin saat ini termasuk yang paling banyak disebut dalam bursa calon Ketum PBNU. Sejumlah elemen sudah menyatakan simpati, termasuk PPJNA 98 yang berasal dari kalangan aktivis 98.
Meski dukungan terus mengalir, Anto mengingatkan bahwa keputusan final tetap ada di Muktamar ke-35 NU sesuai mekanisme dan pemilik suara sah.
PPJNA 98 berharap proses pemilihan berjalan demokratis dan bermartabat. “Yang terpenting adalah NU membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga persatuan, mempunyai kemampuan manajerial dan memahami akar sejarah serta tradisi NU,” tutup Anto.***
Editor : M. Nabil
(Aab)