5 ABK Asal Sukabumi Terlantar di Kapal Ikan China di Perairan Fiji, Gaji dan Uang Makan Tak Dibayar Berminggu-minggu

Date:

Bisnisnews.net – Nasib memprihatinkan dialami 7 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal ikan berbendera China di perairan Fiji, Ibu Kota Suva. Mereka mengaku terlantar karena tidak menerima gaji dan uang makan selama berminggu-minggu.

Dari 7 ABK tersebut, 5 orang diketahui berasal dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dua lainnya masing-masing berasal dari Batam dan Indramayu.

Salah satu ABK asal Kampung Ciaun, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Teteng Surgana (34), menceritakan kondisi yang mereka alami saat dihubungi via telepon pada Sabtu (22/8/2026).

Menurut Teteng, persoalan mulai terjadi sekitar tiga minggu lalu. Pihak agen di Fiji yang biasanya memenuhi kebutuhan para ABK tiba-tiba berhenti memberikan uang makan dan gaji.

“Awalnya itu terjadi tiga minggu ke belakang. Biasanya tiap minggu belanja, tiba-tiba hari Jumat itu pihak Fiji tidak memberikan uang makan,” kata Teteng.

Para ABK kemudian mendapat informasi bahwa pemilik perusahaan asal China diduga kabur membawa uang perusahaan. Dampaknya langsung dirasakan para pekerja yang berada di kapal.

“Kapalnya kapal China, bosnya juga China, tapi kapalnya ada di perairan Fiji. Di kapal ikan,” kata Teteng.

Teteng menegaskan kapal tempat mereka bekerja merupakan kapal resmi dan legal*l. Namun keterlambatan pembayaran gaji ternyata sudah berlangsung berbeda-beda bagi setiap ABK.

“Legal pak, resmi. Ada yang senior sampai tujuh bulan belum digaji. Ada yang enam bulan belum digaji,” ungkapnya.

Teteng menyebut ada juga ABK yang sudah 2 bulan terlantar tanpa gaji. Sementara dirinya sendiri baru sekitar 1 bulan tidak menerima haknya.

“Yang kedua, dua bulan terlantar dan belum digaji. Saya sendiri sekitar satu bulan terlantar karena tidak digaji,” jelasnya.

Kondisi ini membuat para ABK kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah laut. Mereka hanya mengandalkan sisa logistik yang ada di kapal.

Para ABK berharap ada perhatian dari pemerintah Indonesia, khususnya Kemenlu, BP2MI, dan KBRI di Fiji agar segera membantu proses pemulangan dan penyelesaian hak mereka.

Keluarga di Sukabumi juga mengaku cemas. Lima ABK asal Palabuhanratu dan sekitarnya menjadi tulang punggung keluarga yang kini tidak ada kabar soal gaji.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan maupun agen di Fiji terkait nasib para ABK.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan ABK Indonesia di kapal ikan asing yang kerap mengalami pelanggaran hak-hak pekerja di luar negeri.

Pihak keluarga dan sesama ABK mendesak pemerintah segera melakukan diplomasi dan evakuasi agar 7 WNI tersebut bisa segera pulang dengan selamat dan menerima haknya.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

44 Tahun Desa Sirnaresmi, Pemdes Gelar Gebyar Milangkala Perdana Sepanjang Sejarah Desa

Bisnisnews.net – Tepat di usia ke-44, Desa Sirnaresmi, Kecamatan...

Singa Muda Hanura Jadikan Dialog Kebangsaan Agenda Rutin, Ajak Pemuda Lintas Organisasi Bergerak Nyata

Bisnisnews.net – Menatap 81 tahun Indonesia merdeka, Singa Muda...

Jalan Prana Dibuka Kembali, Pemkot Sukabumi Siapkan Perbaikan 16 Titik Jalan

Bisnisnews.net - Akses Jalan Prana Kota Sukabumi kembali dibuka...

Pemkot Ajak Elemen Masyarakat Perkuat Persatuan dan Jaga Kondusivitas Sukabumi

Bisnisnews.net - Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki mengajak seluruh...