Bisnisnews.net – Menatap 81 tahun Indonesia merdeka, Singa Muda Hanura (SIGMA) mengajak kaum muda tak hanya berdiskusi, tapi langsung turun aksi. Ajakan itu mengemuka dalam Dialog Kebangsaan yang digelar Sabtu, 22 Agustus 2026 di lantai V Kantor DPP Partai Hanura, Jl. Proklamasi No. 81, Jakarta.
Mengusung tema “Refleksi 81 Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia”, forum ini menyatukan organisasi kepemudaan nasional dari spektrum Cipayung Plus dalam satu ruang bicara.
Tujuannya jelas: membongkar tantangan kebangsaan hari ini dan mencari peran konkret generasi muda dalam mendorong perubahan.
Wasekjen OKK DPP Partai Hanura, Hengki Irawan, yang mewakili Sekjen membuka acara. Ia menekankan, gagasan anak muda tidak boleh mentok di atas kertas.
“Gerakan intelektual dan perubahan kebangsaan kaum muda adalah praktik. Dialog harus melahirkan kerja nyata untuk bangsa,” tegasnya.
Panggung diskusi diisi nama-nama muda lintas organisasi. Hadir Ketua Presidium PB PMKRI Delvis Rettob, Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar, Koordinator Umum Aliansi Perisai M. Rizaldy, dan Sekjen LMND Riski mewakili Ketua Umum LMND.
Keragaman peserta ini sengaja dirancang SIGMA. Forum tidak ingin eksklusif, melainkan menjadi titik temu berbagai latar belakang dan cara pandang anak muda terhadap persoalan bangsa.
Ketua Umum PP Singa Muda Hanura Abraham secara resmi membuka kegiatan. Ia menyebut dialog adalah cara membangun tradisi berpikir kritis sekaligus jejaring kebangsaan.
Yang menarik, SIGMA mengumumkan Dialog Kebangsaan akan dijadikan agenda rutin. Rencananya digelar tiap dua minggu atau sebulan sekali dengan tema yang mengikuti dinamika masyarakat.
Isu yang dibahas pun tidak akan melulu politik. Ekonomi, budaya, digital, hingga isu profesi anak muda juga akan masuk dalam daftar pembahasan.
Ke depan, pintu forum ini dibuka lebar. Tidak hanya untuk organisasi kepemudaan, tapi juga lintas generasi, komunitas profesi, hingga partai politik.
Langkah ini diharapkan menggeser citra SIGMA. Dari sekadar sayap partai, menjadi rumah bersama anak muda untuk bertukar ide dan merumuskan solusi.
Dengan jejaring yang luas, SIGMA ingin memastikan setiap gagasan yang lahir di forum tidak berhenti di diskusi, melainkan ditindaklanjuti dalam bentuk gerakan.
“Kami ingin dialog ini rutin dan terbuka. Bukan hanya bicara politik, tapi mempertemukan gagasan, pengalaman, profesi, dan generasi dalam satu tujuan: Indonesia,” pungkas forum tersebut.***
Editor : M. Nabil
(Aab)